Dinkes Bandung Barat Siagakan Fasilitas Kesehatan untuk Antisipasi Gempa Sesar Lembang
INFO BANDUNG BARAT–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gempa dari Sesar Lembang dengan menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan yang ada di wilayahnya pada Rabu (3/9/2025).
Kepala Dinkes Bandung Barat, Ridwan Abdullah Putra, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerapkan Rencana Kontinjensi di setiap rumah sakit dan puskesmas. Rencana tersebut mencakup jalur evakuasi, sistem triase massal, hingga mekanisme komunikasi darurat untuk mempercepat penanganan bila terjadi bencana.
“Semua fasilitas kesehatan sudah kami instruksikan untuk menyiapkan rencana kontinjensi, termasuk jalur evakuasi dan triase massal. Ini penting agar penanganan korban bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” ujar Ridwan.
Selain itu, sejumlah perlengkapan darurat juga telah dipersiapkan, mulai dari obat-obatan penting, tenda, peralatan medis, hingga fasilitas kesehatan mobile. Tenaga kesehatan turut dibekali pelatihan rutin, termasuk simulasi penanganan korban massal dan pelatihan Basic Life Support (BLS).
Wilayah yang berada di jalur rawan gempa seperti Lembang, Parongpong, Cisarua, dan Ngamprah menjadi fokus utama. Di daerah tersebut, pemerintah telah menentukan lokasi pengungsian serta titik kumpul masyarakat untuk mempercepat proses evakuasi jika gempa terjadi.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan BPBD, PMI, aparat desa, serta organisasi profesi kesehatan. Tujuannya supaya saat bencana benar-benar terjadi, semua pihak bisa bergerak cepat dan terpadu,” tambah Ridwan.
Dinkes juga menggencarkan edukasi berbasis komunitas melalui kader kesehatan, posyandu, dan media lokal, dengan materi tentang mitigasi bencana, tas siaga, hingga prosedur kesehatan di tempat pengungsian.
Setiap fasilitas kesehatan diminta secara rutin melaporkan perkembangan kesiapsiagaan, termasuk kebutuhan logistik tambahan, kepada Dinkes. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem pemantauan terpadu dan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dalam situasi darurat.*** Diskominfotik.