38°C
14/02/2026
Lifestyle

5 “Harta Karun” Bocah 90-an & 2000-an yang Bikin Kangen

  • Februari 14, 2026
  • 2 min read
5 “Harta Karun” Bocah 90-an & 2000-an yang Bikin Kangen

INFO BANDUNG BARAT — Pernah tidak sih kamu merasa kalau masa kecil dulu itu jauh lebih seru karena banyak mainan unik yang sudah tidak ada di zaman ini? Cukup dengan uang jajan seribu perak atau rayuan maut ke orang tua untuk membeli sepatu baru, kita sudah bisa menjadi anak paling keren sekampung.

Yuk, kita absen lagi lima mainan legendaris yang sempat mengisi hari-hari kita:

Tarzos Avatar (2007)

Siapa yang dulu membeli snack Chiki atau JetZ bukan demi keripiknya, tetapi demi kepingan plastik bundar ini? Tarzos Avatar bukan sekadar koleksi gambar Aang dan kawan-kawan. Tarzos bisa disusun menjadi bangunan tinggi atau diadu dengan cara dipukul hingga terbang.

Homyped Game Pen (2004)

Tahun 2004 adalah puncaknya anak-anak rela merengek di toko sepatu demi mendapatkan Homyped Game Pen. Ini bukan pulpen biasa; bodinya yang gemuk menyimpan layar LCD mini dengan gim sederhana seperti basketball atau racing.

Turnin Turbo (1982)

Meski rilis aslinya sudah ada sejak awal 1980-an dari merek Tomy, mainan simulasi setir mobil ini tetap menjadi barang mewah yang sangat dicari anak 90-an. Ada layar kecil yang menampilkan mobil melaju di jalanan berliku, lengkap dengan tuas gigi dan kunci kontak. Rasanya persis seperti sedang mengendarai mobil sungguhan.

Kacamata 3D (1994)

Ingat momen saat tayangan televisi tiba-tiba gambarnya menjadi bayang-bayang merah dan biru? Itulah saatnya kita buru-buru memakai kacamata kertas anaglif ini. Biasanya didapat dari promosi majalah atau produk susu. Meskipun kadang membuat mata sedikit perih, sensasi melihat gambar yang seolah “keluar” dari layar televisi tetap terasa seru.

Kutu Loncat (2003)

Terakhir, ada mainan yang harganya paling merakyat. Kutu loncat biasanya dijual abang-abang di depan SD dalam plastik bening. Cara mainnya simpel: tekan bagian belakangnya, lalu lepas. Si kutu plastik ini akan melompat tinggi.***

About Author

Anggie Baeduri Aulia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *