Empat Orang Alami Luka Bakar dalam Insiden Ledakan di Lapak Ayam Goreng Padalarang
INFO BANDUNG BARAT –Empat orang mengalami luka bakar dalam insiden ledakan di sebuah lapak penjualan ayam goreng di Kampung Sudimampir, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (22/8/2026) malam.
Berdasarkan laporan Polsek Padalarang, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Sebelum ledakan terjadi, seorang saksi berinisial LS (35) mendengar adanya kebocoran dari tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram yang digunakan di lapak tersebut.
Saat kejadian, LS tengah melayani pelanggan di sekitar lokasi. Berdasarkan keterangannya kepada kepolisian, salah seorang pegawai lapak kemudian berupaya mencabut regulator dari tabung gas yang diduga mengalami kebocoran.
Namun, gas dilaporkan masih terus keluar. Tabung tersebut kemudian dibawa dan dimasukkan ke dalam baskom berisi air. Meski demikian, gas disebut tetap keluar dan menyebar ke area sekitar lapak. Menurut keterangan saksi, tidak lama kemudian api dari tungku menyambar gas yang berada di sekitar lokasi hingga terjadi ledakan.
Akibat peristiwa tersebut, empat orang mengalami luka bakar dan dibawa ke Rumah Sakit Kota Baru Parahyangan untuk mendapatkan penanganan medis. Keempat korban masing-masing berinisial KSM (22), AMI (29), RN (30), dan N (52).
Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, KSM mengalami luka bakar pada kedua tangan dan kedua kaki. AMI mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh dan wajah. Sementara itu, RN mengalami luka bakar pada kedua tangan dan kedua kaki. Adapun N mengalami luka bakar pada tangan kanan serta kedua kakinya.
Saksi lainnya, AMF (34), mengaku mendengar suara ledakan ketika sedang melaksanakan salat Isya. Setelah keluar dari rumah, ia melihat empat orang mengalami luka bakar akibat insiden tersebut. Lapak tersebut diketahui digunakan untuk usaha ayam goreng Fried Chicken Bobotoh. Berdasarkan keterangan SA (50), selaku pemilik lapak, tempat tersebut telah disewa untuk usaha ayam goreng selama sekitar 14 tahun.
Sementara itu, J (37), pemilik usaha ayam goreng tersebut, mengaku mengetahui peristiwa itu setelah dihubungi oleh salah seorang pegawainya. Ia mendapat informasi bahwa telah terjadi ledakan di lapak tempat usahanya berjualan.
Polsek Padalarang telah melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara, membuat sketsa lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mencari rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Polisi juga mengamankan satu tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram sebagai barang bukti. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.