38°C
10/03/2026
Berita Daerah Peristiwa

Bupati Bandung Barat Minta Evaluasi Menyeluruh Program MBG Usai Kasus Keracunan Kedua

  • Oktober 15, 2025
  • 2 min read
Bupati Bandung Barat Minta Evaluasi Menyeluruh Program MBG Usai Kasus Keracunan Kedua

INFO BANDUNG BARAT — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali disorot setelah ratusan siswa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mengalami gejala keracunan pada Selasa (14/10). Insiden ini menjadi yang kedua setelah kasus serupa terjadi di Cipongkor beberapa waktu lalu.

Hingga Selasa (14/10) malam, tercatat 161 siswa dari SMPN 1 Cisarua, SMKN 1 Cisarua, dan SD Barukai mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program MBG. Dari jumlah tersebut, 64 siswa telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan medis di posko sekolah serta sejumlah rumah sakit dan klinik rujukan, di antaranya RSUD Lembang, RSJ Jawa Barat, RS Karisma Cimareme, RS Cibabat, RS Mitra Kasih, Klinik Advent, Puskesmas Jayagiri, dan Klinik Kasih Ibu.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyampaikan keprihatinan dan empati kepada seluruh siswa dan keluarga terdampak. Ia menegaskan bahwa keselamatan siswa menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Hingga malam ini, tercatat 161 siswa mengalami gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, 64 siswa sudah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan medis,” ujar Jeje.

Ia menambahkan, pihaknya telah memerintahkan Dinas Kesehatan serta jajaran terkait untuk bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. “Tim kesehatan terus siaga memastikan setiap siswa tertangani dengan baik hingga benar-benar pulih,” ucapnya.

Selain itu, Pemda Bandung Barat telah mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium. “Kami ingin tahu penyebab pastinya, supaya bisa dicegah ke depannya. Sebagai langkah kehati-hatian, penyedia program MBG yang bersangkutan kita hentikan sementara sampai hasil evaluasi selesai,” kata Jeje.

Jeje juga menjelaskan bahwa untuk sementara waktu, proses belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak dialihkan ke sistem daring sampai seluruh siswa dinyatakan pulih.

Meski jumlah korban mencapai ratusan, Pemda Bandung Barat belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena proses pemulihan berlangsung cepat dibandingkan kasus sebelumnya di Cipongkor.***

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *