Hari ke-12 Pencarian Korban Longsor Tim SAR Evakuasi 7 Bodypack
Di bawah langit Cisarua yang cerah seakan masih memberikan restu pada misi kemanusiaan di Tiga Kampung di Desa Parilangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang diterjang longsor. Mesin ekskavator, semangat dan langkah kaki Tim SAR Gabungan tak kunjung surut di hari ke-12 pencarian korban longsor pada Rabu (4/2/2026).
Tujuh bodypack (kantong jenazah) kembali berhasil ditemukan. Sebuah angka yang bukan sekadar statistik, hal itu merupakan simbol kepulangan bagi jiwa-jiwa yang sempat hilang sejak longsor melanda pada Sabtu (24/1)/2026) lalu.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang kondusif menjadi salah satu faktor pendukung utama tim di lapangan. Tanpa hujan yang mengancam longsor susulan, personel dapat bergerak lebih presisi menyisir setiap jengkal tanah di area lokasi longsor.
“Dari sisi kondisi lapangan, cuaca hari ini terpantau cerah dan cukup kondusif, sehingga sangat mendukung kelancaran aktivitas pencarian dan evakuasi korban. Kondisi cuaca yang stabil memungkinkan Tim SAR Gabungan bekerja lebih optimal di seluruh worksite yang telah ditentukan,” ujar Ade.

Data Korban Berpijak Pada Data Tim DVI
Penyisiran hari ini membuahkan hasil di tiga lokasi berbeda, satu kantong ditemukan di Worksite A2, Empat kantong di Worksite A3 dan Dua kantong terakhir di Worksite B2. Selama dua belas hari pasca longsor Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 92 bodypack.
Hingga pukul 16.30 WIB hari ini, data resmi Tim Disaster Victim Identification (DVI) menunjukkan bahwa dari 71 kantong yang diperiksa, 68 korban telah berhasil diidentifikasi secara akurat. Sementara itu, 21 kantong lainnya masih dalam proses pemeriksaan mendalam oleh para ahli forensik.
“Data korban adalah hal yang sangat sensitif. Informasi yang disampaikan kepada publik oleh Tim SAR Gabungan berpijak pada verifikasi resmi Tim DVI,” tambahnya.

Operasi Pencarian Korban Belum Usai
Meski angka penemuan terus bertambah, Operasi SAR belum akan berhenti. Sesuai dengan masa tanggap darurat selama 14 hari pasca longsor, tim akan terus melakukan evaluasi dinamis berdasarkan situasi lapangan. Di antara tumpukan tanah dan puing, masih ada harapan-harapan keluarga yang harus dituntaskan.
Luka di Desa Pasirlangu mungkin belum akan mengering dalam waktu dekat, setiap jasad korban yang ditemukan adalah sebuah harapan dan langkah kecil menuju ketenangan bagi mereka yang ditinggalkan.***