38°C
14/02/2026
Lifestyle

Menghitung Hari Menuju Ramadan: Antara Rindu Masakan Ibu dan “Misi” Tanda Tangan Ustaz

  • Februari 14, 2026
  • 2 min read
Menghitung Hari Menuju Ramadan: Antara Rindu Masakan Ibu dan “Misi” Tanda Tangan Ustaz

INFO BANDUNG BARAT — Tinggal hitungan hari menuju bulan Ramadan. Rasanya campur aduk antara haru, rindu, dan tidak sabar. Ramadan selalu punya cara istimewa untuk datang membawa suasana yang berbeda. Bulan yang dipercaya sebagai bulan penuh ampunan dan pelipatgandaan pahala ini memang terasa lebih hangat dibanding bulan-bulan lainnya.

Bagi orang dewasa, Ramadan adalah momen memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri. Namun, bagi anak-anak, Ramadan adalah paket lengkap: pahala, kebahagiaan, dan segudang momen seru yang hanya datang setahun sekali.

Ritual Beli Jajanan Sebelum Tarawih

Belum juga berangkat ke masjid, kantong sudah penuh. Sebelum tarawih, agenda wajib adalah mampir ke warung atau pasar kaget untuk menyetok amunisi jajanan. Biskuit, permen, atau gorengan menjadi “bekal” agar kuat menjalani rakaat demi rakaat.

Berangkat Tarawih Setelah Salat Magrib

Baru saja selesai salat Magrib, anak-anak sudah rapi dengan sarung yang disampirkan di leher. Berangkat lebih awal agar bisa bermain lebih lama dengan teman, mulai dari bermain petasan, berlari-larian, atau sekadar menikmati jajanan sambil bercanda.

Perburuan Tanda Tangan Ustaz

Inilah momen yang ikonik di bulan Ramadan. Membawa buku kegiatan Ramadan, anak-anak berlomba-lomba mengerubungi ustaz setelah ceramah selesai. Rasanya seperti sedang mengejar tanda tangan artis papan atas. Satu coretan tinta di kolom “Ceramah” adalah bukti sah bahwa kita adalah anak rajin.

Konser Kentongan untuk Membangunkan Orang Sahur

Saat orang lain masih terlelap, kreativitas justru memuncak. Membuat kentongan dari bambu atau kaleng bekas untuk membangunkan warga sahur adalah kenangan yang tak terlupakan. Berisik? Mungkin. Seru? Jelas.

Ngabuburit sambil Keliling Kampung

Sore hari adalah waktunya ngabuburit sambil bersepeda keliling kampung. Menikmati angin sore, melihat keramaian orang berburu takjil, hingga tak terasa azan Magrib sudah berkumandang.

Ramadan memang selalu punya cara untuk menyatukan kita—baik dengan keluarga lewat meja makan maupun dengan teman lewat tawa di serambi masjid. Mari sambut bulan penuh kemudahan ini dengan hati yang riang, sebagaimana kita menyambutnya saat masih kecil dahulu.***

About Author

Anggie Baeduri Aulia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *