Nostalgia Mi Gemez dan Komik Mini: Cara Seru Mengenalkan Bacaan di Era 2000-an
INFO BANDUNG BARAT — Bagi generasi yang tumbuh pada awal tahun 2000-an, Mi Gemez bukan sekadar jajanan ringan pengganjal lapar. Lebih dari itu, Mi Gemez menjadi bagian dari ingatan masa kecil yang lekat dengan rasa penasaran dan cerita-cerita sederhana yang menemani waktu luang. Di balik kemasan kecilnya, terselip komik lipat bergambar yang tanpa disadari menjadi pintu awal kedekatan anak-anak dengan dunia membaca.
Mi Gemez, produk dari perusahaan makanan Siantar Top, dikenal luas bukan hanya karena cita rasanya yang khas, tetapi juga karena “hadiah” yang disertakan di dalam kemasannya. Komik mini tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak pada masanya.
Lebih dari sekadar hiburan, keberadaan komik ini dapat dilihat sebagai cara kreatif untuk mengenalkan bacaan kepada anak. Melalui visual yang menarik, cerita yang ringan, dan format yang sederhana, anak-anak terdorong membaca secara alami tanpa merasa terbebani. Membaca pun hadir sebagai kegiatan yang menyenangkan, bukan kewajiban.
Setiap kali membeli Mi Gemez, muncul kebiasaan kecil yang membekas, yaitu membuka kemasan, membaca komik, lalu menyimpannya atau menukarkan cerita dengan teman sebaya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari keseharian anak-anak, mulai dari membumbui mi kering dengan tangan, mengocoknya hingga merata, hingga menikmati cerita sambil bersantai.
Seiring perkembangan zaman, produk Mi Gemez yang beredar saat ini umumnya sudah tidak lagi menyertakan komik mini dalam kemasannya. Meski demikian, ingatan tentang komik kecil tersebut tetap hidup dan menjadi simbol nostalgia bagi generasi yang pernah mengalaminya.
Kini, mengenang kembali era 2000-an berarti mengingat masa ketika membaca tidak terasa sebagai tuntutan, melainkan kesenangan yang hadir secara alami. Mi Gemez dan komik mininya menjadi pengingat bahwa literasi dapat tumbuh dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah