Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di WC Umum Padalarang, Diduga Sempat Mengeluh Sakit
INFO BANDUNG BARAT — Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di sebuah WC umum di Jalan Gedong Lima RT 004 RW 007, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Penemuan jasad tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga berinisial S (56), yang bekerja di tempat cukur rambut di sekitar lokasi kejadian. Saat itu, ia melihat seorang pria yang dikenal sebagai pengamen dan juru parkir liar masuk ke WC umum yang berada tepat di samping tempat kerjanya.
Setelah beberapa lama, Sonjaya merasa curiga karena pintu kamar mandi tidak juga dibuka dan terkunci dari dalam. Karena khawatir terjadi sesuatu, ia kemudian menghubungi pihak kepolisian.
Ketika petugas datang dan membuka paksa pintu WC tersebut, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tubuh berada di lantai dan menghalangi pintu.
“Korban sebelumnya sempat mengeluh sakit kepada saksi,” demikian keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian.
Sementara itu, saksi lain bernama Tegar Al Haidar (22), rekan sesama pengamen, mengenali korban dengan panggilan atau alias “Unyil”. Namun ia mengaku tidak mengetahui nama lengkap maupun identitas korban.
Menurut Tegar, korban dikenal sering mengamen dan melakukan parkir liar di sekitar kawasan ruko Padalarang. Ia juga menyebut terakhir bertemu korban sekitar pukul 11.00 WIB di sebuah warung di sekitar lokasi kejadian.
“Saat itu korban mengeluh sakit dada dan mengatakan sedang sakit,” ungkapnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Inafis Polres Cimahi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas juga menemukan beberapa obat-obatan, termasuk antibiotik dan obat pereda nyeri, di saku celana korban.
Selain itu, tidak ditemukan identitas apa pun pada korban. Pemeriksaan sidik jari oleh tim Inafis juga tidak menunjukkan kecocokan dengan data yang ada.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab kematian.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk berkoordinasi dengan tim Inafis untuk mengungkap identitas korban.