38°C
16/01/2026
Berita Daerah

Setelah 18 Tahun Berdiri, Damkar KBB Resmi Miliki Gedung Kantor Sendiri

  • Januari 12, 2026
  • 3 min read
Setelah 18 Tahun Berdiri, Damkar KBB Resmi Miliki Gedung Kantor Sendiri

INFO BANDUNG BARAT — Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya memiliki gedung kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) sendiri setelah 18 tahun berdiri. Peresmian gedung baru ini menjadi tonggak penting bagi penguatan layanan kebencanaan dan penyelamatan di wilayah KBB.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan gedung tersebut. Ia menyebut keberadaan kantor baru ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, para pimpinan daerah, serta dukungan lintas perangkat daerah.

“Alhamdulillah, setelah 18 tahun Kabupaten Bandung Barat berdiri, akhirnya Damkar memiliki gedung sendiri. Ini berkat dorongan Pak Bupati, para pimpinan, dan dukungan dari dinas-dinas lain. Yang pasti, gedung ini sudah berizin lengkap,” ujar Siti Aminah.

Sebelumnya, Damkar KBB masih menempati fasilitas milik pihak lain. Meski lokasi lama dinilai cukup representatif, kondisi tersebut tetap dianggap belum ideal untuk menunjang kemandirian dan pengembangan layanan. Dengan gedung baru ini, Damkar KBB tidak lagi bergantung pada fasilitas pinjaman dan memiliki ruang yang lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Gedung yang diresmikan ini masih berada pada tahap pertama pembangunan. Ke depan, Damkar KBB berencana melanjutkan pembangunan tahap berikutnya, termasuk penambahan fasilitas penunjang seperti area latihan bagi personel.

“Ini baru tahap pertama. Mudah-mudahan ke depan bisa dilanjutkan pembangunan tahap berikutnya, karena rencananya gedung ini juga akan dilengkapi dengan tempat latihan,” katanya.

Selain penguatan sarana fisik, Damkar KBB juga memiliki visi untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui penambahan pos pemadam kebakaran di setiap kecamatan. Namun, Siti Aminah menegaskan bahwa upaya tersebut tidak dapat dilakukan secara instan karena memerlukan kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia.

“Sampai saat ini kita sudah memiliki tujuh pos Damkar. Mudah-mudahan kecamatan lain bisa menyusul. Tapi membuka pos itu tidak mudah, karena selain sarana dan prasarana, yang paling penting adalah personel. Tidak mungkin ada pos tanpa petugas,” ujarnya.

Dalam operasionalnya, Damkar KBB juga dibantu oleh Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) yang tersebar di berbagai desa. Keberadaan relawan ini dinilai sangat membantu, terutama dalam respons awal di tingkat masyarakat.

Siti Aminah juga menyoroti meningkatnya kepercayaan publik terhadap Damkar. Menurutnya, saat ini berbagai laporan kejadian dari masyarakat kerap bermuara ke Damkar, tidak hanya terkait kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lainnya.

“Kepercayaan masyarakat itu luar biasa. Tapi justru itu membuat kami tidak boleh lengah. Karena hampir semua laporan ujung-ujungnya ke Damkar, maka keterampilan personel harus terus ditingkatkan,” katanya.

Peningkatan kapasitas personel menjadi perhatian serius, terutama melalui pelatihan-pelatihan yang berkelanjutan. Ia berharap pelatihan tersebut dapat terus didukung melalui penganggaran agar kualitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga.

Sebagai penutup, Siti Aminah mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi layanan resmi pemadam kebakaran apabila terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya. Ia mengingatkan bahwa Damkar telah memiliki sistem layanan terpadu.

“Untuk masyarakat, jika ada kejadian kebakaran, bisa langsung menghubungi nomor 113. Itu adalah call center pemadam kebakaran. Di mana pun berada di wilayah Bandung Raya, laporan akan tersambung ke Damkar terdekat,” pungkasnya.***

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *