38°C
21/03/2026
Lifestyle

2016 Is Back: Nostalgia Era Choker hingga Tren Ikonik yang Bangkit di 2026

  • Januari 24, 2026
  • 2 min read
2016 Is Back: Nostalgia Era Choker hingga Tren Ikonik yang Bangkit di 2026

INFO BANDUNG BARAT — Waktu berlalu begitu cepat. Siapa sangka, satu dekade setelahnya, tahun 2016 kini kembali menghiasi lini masa media sosial dan feed fesyen kita. Apa yang dulu dianggap hits dan kekinian, kini muncul lagi sebagai tren nostalgia yang relevan di tahun 2026.

Dalam urusan fesyen, choker menjadi aksesori wajib para it girl. Dipadukan dengan crop top atau off-shoulder, choker langsung memberi kesan edgy dan fashionable. Rasanya belum sah dibilang update jika belum memiliki satu di leher.

Media sosial pun memiliki “aturan tak tertulis”. Mengunggah foto dengan filter Snapchat menjadi hal lumrah, terutama filter wajah dengan efek lucu atau glowing. Kamera bawaan terasa kurang lengkap tanpa sentuhan filter tersebut.

Soal swafoto dan outfit of the day (OOTD), flower crown menjadi favorit. Mahkota bunga ini kerap muncul di Instagram, membuat tampilan terlihat manis dan estetik. Hampir semua orang pernah mencobanya.

Di dunia rias wajah, tren bold look ala Kylie Jenner mendominasi. Lipstik matte warna nude hingga cokelat gelap, alis tegas, dan kontur tajam menjadi standar kecantikan baru.

Tak hanya soal gaya, tahun 2016 juga dipenuhi tantangan seru. Bottle Flip Challenge sempat ada di mana-mana, dari sekolah dan kampus hingga kantor. Tantangan sederhana melempar botol air ini sukses membuat banyak orang ikut mencoba, meski sering berakhir gagal.

Euforia semakin terasa saat Pokémon Go dirilis. Orang-orang rela berkeliling kota, berkumpul di taman, bahkan begadang demi menangkap Pokémon langka. Dunia maya dan dunia nyata seakan menyatu lewat gim ini.

Menutup daftar tren ikonik, ada Mannequin Challenge. Video dengan semua orang diam mematung ini viral besar-besaran dan menjadi ajang kreativitas, dari lingkar pertemanan biasa hingga selebritas dan atlet dunia.

Seluruh tren ini mungkin terdengar sederhana saat ini, tetapi pada masanya, mereka membentuk warna khas tahun 2016. Bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan menjadi bagian dari ingatan kolektif yang menghadirkan senyum ketika dikenang kembali.***


Penulis: Anggie Baeduri Aulia R

Editor: Ayu Diah Nur’azizah

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *