38°C
11/03/2026
Berita Daerah Peristiwa

29 Siswa SDN 1 Ciptaharja Diduga Keracunan Jajanan di Luar Sekolah

  • Oktober 17, 2025
  • 2 min read
29 Siswa SDN 1 Ciptaharja Diduga Keracunan Jajanan di Luar Sekolah

INFO BANDUNG BARAT–Sebanyak 29 siswa SDN Ciptakarya 1 di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi jajanan di depan sekolah pada Jumat (17/10/2025) pagi.

Informasi awal mengenai insiden ini pertama kali muncul dari aduan masyarakat kepada kanal Info Bandung Barat. Dalam pesan tersebut, warga melaporkan bahwa beberapa ambulans dari Puskesmas Rajamandala terlihat hilir mudik menuju sekolah dasar tersebut untuk mengevakuasi siswa yang mendadak mengalami mual dan muntah.

“Tadi pagi kami lihat ada ambulans datang beberapa kali. Katanya banyak anak-anak yang muntah setelah jajan di luar,” ujar salah satu warga yang melaporkan kejadian itu melalui pesan singkat ke Info Bandung Barat.

Menanggapi laporan tersebut, tim medis dari Puskesmas Rajamandala langsung diterjunkan ke lokasi. Kepala Puskesmas Rajamandala membenarkan adanya dugaan keracunan massal tersebut dan memastikan seluruh korban sudah mendapatkan penanganan medis.

Menurut keterangan Kepala Puskesmas Rajamandala, gejala mulai muncul sekitar pukul 08.00 WIB, ditandai dengan mual, muntah, dan pusing. “Anak-anak mulai mengeluh mual sekitar jam delapan pagi. Sebagian besar muntah setelah sebelumnya jajan di depan sekolah,” ujarnya.

Dari hasil penelusuran awal, para siswa diketahui membeli jajanan jenis dogfud—campuran telur, mi, dan kulit lumpia—sekitar pukul 06.30 WIB di depan sekolah. “Dugaan sementara sumbernya dari jajanan itu, karena sebagian besar anak yang mengonsumsi mengalami keluhan serupa,” jelasnya.

Kepala Puskesmas menegaskan bahwa program MBG (Makan Bergizi Gratis) tidak terkait dengan kejadian tersebut. “Menu MBG belum sempat dibagikan saat kejadian, karena jadwalnya sekitar jam 08.30 sampai 09.00. Jadi bisa dipastikan bukan dari makanan sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian besar siswa mengalami gejala ringan dan kini dalam kondisi stabil. “Semua anak sudah mendapatkan penanganan di Puskesmas. Tidak ada yang sampai kehilangan kesadaran atau harus dirujuk ke rumah sakit,” ungkapnya.

Pihak Puskesmas bekerja sama dengan pemerintah desa dan kepolisian untuk menelusuri sumber penyebab. “Pedagangnya sudah kami data dan gerobaknya juga diamankan untuk pemeriksaan. Kami sedang mengumpulkan sampel makanan untuk diuji,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Cipatat membenarkan langkah cepat yang dilakukan. “Pedagang dan gerobak jajanan sudah diamankan, sementara anak-anak sebagian besar sudah ditangani di Puskesmas,” ujarnya singkat.***

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *