38°C
24/08/2026
Peristiwa

Jalan Rusak di Rongga Bandung Barat Paksa Seorang Ibu Melahirkan di Atas Tandu Sarung

  • Juli 8, 2024
  • 3 min read
Jalan Rusak di Rongga Bandung Barat Paksa Seorang Ibu Melahirkan di Atas Tandu Sarung

INFO BANDUNG BARATSebuah rekaman video yang memperlihatkan perjuangan seorang ibu melahirkan di atas tandu darurat di tengah perjalanan menuju fasilitas kesehatan viral di media sosial. Peristiwa memprihatinkan tersebut terjadi di Kampung Langkob, Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ibu yang tengah bertaruh nyawa tersebut terpaksa ditandu oleh pihak keluarga dan warga setempat menggunakan bilah bambu dan kain sarung. Hal ini terjadi lantaran mobil ambulans desa tidak mampu menjangkau kediaman pasien akibat akses jalan yang rusak parah dan sempit.

Kepala Desa Bojongsalam, Ajang Yusuf Bachtiar, mengonfirmasi kebenaran insiden yang menimpa warganya tersebut.

“Iya betul, kejadiannya minggu-minggu ini. Sebenarnya ambulans desa sudah disiapkan di kantor desa. Namun, karena proses persalinan tidak bisa diprediksi dan terasa lebih cepat, ibu tersebut akhirnya melahirkan di tengah jalan,” ujar Ajang saat dikonfirmasi via saluran telepon.

Akses Ambulans Terputus dan Jarak Tempuh yang Jauh

Ajang menjelaskan, buruknya infrastruktur jalan memaksa warga mengambil tindakan darurat dengan menandu pasien menuju kantor desa, tempat ambulans menunggu. Jarak dari rumah pasien menuju fasilitas kesehatan terdekat diperkirakan mencapai 5 kilometer, dan rombongan masih harus menempuh jarak beberapa kilometer lagi menggunakan mobil setelah tiba di kantor desa.

Namun, baru setengah perjalanan berjalan, sang ibu sudah tidak kuat menahan rasa sakit. Alhasil, proses persalinan terpaksa dilakukan di tempat terbuka di atas tandu bambu dengan bantuan seadanya dari pihak keluarga yang mengantar.

Menurut Ajang, potret buram sektor kesehatan dan infrastruktur ini bukan kali pertama terjadi di wilayahnya. Jalan darurat dengan tandu sarung kerap menjadi pilihan terakhir bagi warga yang sakit atau dalam kondisi gawat darurat.

“Peristiwa seperti ini sudah sering terjadi, bukan hanya pada ibu melahirkan saja. Warga masyarakat yang sedang sakit atau kondisinya gawat sering kali kesulitan karena tidak ada akses kendaraan yang bisa masuk,” ungkap Ajang kepada Tim Info Bandung Barat.

Polemik Status Jalan Penghubung dan Desakan Kerja Sama PLTA Cisokan

Ruas jalan yang rusak parah tersebut merupakan jalur penghubung penting antara daerah Sawah Lega dan daerah Cangkuang yang melintasi wilayah 4 RW di Kampung Langkob. Selain menjadi urat nadi mobilitas harian warga dan akses menuju Posyandu, jalur dengan status jalan desa ini juga merupakan akses menuju proyek PLTA Cisokan.

Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Bojongsalam sebenarnya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk proyek pelebaran jalan tersebut. Sayangnya, rencana tersebut tersendat akibat refocusing anggaran selama masa pandemi beberapa waktu lalu.

Kini, pihak desa mendesak adanya sinergi nyata antara PT PLN (Persero) dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk segera melakukan perbaikan fisik jalan.

“Kami menunggu kebijakan dari pemerintah daerah karena pihak PLN sebelumnya sudah menjanjikan bahwa desa yang terkena dampak proyek PLTA Cisokan akan lebih diperhatikan,” jelas Ajang.

Ajang menambahkan, komunikasi dan koordinasi dengan Pemkab KBB maupun PLN terus berjalan intensif. Kendati sempat ada rencana realisasi perbaikan pada bulan Juni ini, hingga kini pihak desa belum menerima kejelasan mengenai alasan mandeknya proses pengerjaan di lapangan.

Kondisi ini kian merisaukan warga, terlebih bagi para tenaga kesehatan (nakes) yang harus melakukan kunjungan tugas ke wilayah tersebut. Saat hujan deras turun, jalan desa ini dipastikan lumpuh dan sama sekali tidak bisa dilintasi.

Pemdes Bojongsalam berharap janji perbaikan infrastruktur jalan ini segera direalisasikan demi menjamin keselamatan warga dan kelancaran roda ekonomi daerah. “Kalau kondisi ini terus dibiarkan, aktivitas dan keselamatan warga akan terus terhambat,” pungkas Ajang.

About Author

Ayu Diah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *