Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kolong Jembatan Kota Baru Parahyangan, Diduga Gantung Diri
INFO BANDUNG BARAT— Seorang pria ditemukan tak bernyawa tergantung di kolong Jembatan Satu, kawasan Kota Baru Parahyangan, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (31/7/2025). Polisi menyebut korban diduga kuat meninggal akibat bunuh diri.
Korban diketahui berinisial G (33), warga Kampung Sodong, Desa Kertajaya. Ia ditemukan tergantung dengan kain sarung di bagian dasar konstruksi jembatan, masih mengenakan ransel dan pakaian lengkap.
Penemuan jasad pria tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga yang sedang melintas sekitar pukul 16.45 WIB. Petugas keamanan yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Setelah mendapat informasi, kami bersama petugas Polsek Padalarang langsung mengecek lokasi. Dari hasil pemeriksaan luar oleh Tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat pada Kamis malam.
Polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya KTP, SIM, dompet, ponsel, uang tunai sebesar Rp78 ribu, dan sebuah tas berisi pakaian. Semua barang ditemukan masih melekat pada korban saat dievakuasi.
Petugas juga langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung untuk visum.
Dugaan gantung diri diperkuat dengan tidak adanya bekas luka atau indikasi penganiayaan. Jenazah ditemukan dalam posisi tergantung dan tali sarung terikat kuat pada rangka bawah jembatan.
Keterangan dari keluarga menyebut korban belakangan menunjukkan perubahan perilaku. G dikenal pendiam dan dalam satu minggu terakhir disebut sering melamun.
“Terakhir saya lihat hari Rabu pagi, dia cuma tiduran di rumah. Tapi akhir-akhir ini memang sering melamun, meskipun tidak cerita apa-apa,” ujar A (59), kakak kandung korban.
Salah satu saksi dari pihak keamanan, Arif Firman (29), mengatakan korban ditemukan setelah warga melapor ke pos jaga.
“Waktu dicek, memang sudah tergantung. Kami langsung lapor ke pimpinan dan polisi,” katanya.
Pihak kepolisian menyatakan telah memeriksa beberapa saksi dan mengumpulkan keterangan dari keluarga. Hingga kini, motif korban nekat mengakhiri hidup masih dalam pendalaman penyelidik.
Tidak ditemukan surat wasiat atau pesan tertulis dari korban. Polisi juga belum memastikan apakah korban mengalami tekanan ekonomi atau masalah pribadi lainnya.
Menurut Gofur, penanganan awal telah dilakukan sesuai prosedur.
“Korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kami tetap menyelidiki untuk memastikan tidak ada unsur pidana,” ujarnya.
Lokasi kejadian berada di bawah jembatan besar yang menjadi akses penghubung kawasan elite Kota Baru Parahyangan. Meski berada di area umum, kondisi kolong jembatan terbilang sepi dan minim penerangan.***