Operasi SAR Longsor Pasirlangu Hari ke-13, Dua Body Bag Ditemukan
INFO BANDUNG BARAT — Operasi pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari ke-13 pada Kamis, (5/2/2026). Tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus melanjutkan upaya pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel di tengah dinamika lapangan.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa kondisi cuaca pada hari ke-13 operasi terpantau cerah dan cukup mendukung. Situasi tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh tim SAR gabungan bersama masyarakat untuk melakukan pencarian, terutama di sektor-sektor dengan tingkat kesulitan tinggi.
Memasuki fase lanjutan operasi, kegiatan SAR dilaksanakan secara terukur, adaptif, dan berorientasi pada keselamatan. Ade Dian menjelaskan bahwa dilakukan penyesuaian jumlah sumber daya, baik personel maupun peralatan utama, sebagai bagian dari pengendalian operasi agar tetap efektif, efisien, dan aman, tanpa mengurangi kualitas upaya pencarian korban.
Selain itu, tim SAR kembali melakukan konfirmasi data perkiraan posisi rumah dan korban sebelum terjadinya longsor kepada para penyintas yang merupakan rumah tangga sasaran (RTS) di area atau sektor pencarian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan akurasi data awal sehingga proses pencarian dapat lebih terarah pada target yang ditentukan.
“Walaupun terdapat penyesuaian kekuatan, semangat, disiplin, serta koordinasi antara Basarnas dan unsur SAR gabungan tetap terjaga. Seluruh unsur masih bekerja sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing di bawah satu sistem komando,” ujar Ade Dian.
Berdasarkan pelaksanaan operasi pada hari ke-13, tim SAR melaporkan penemuan korban. Pada pukul 14.05 WIB, tim berhasil menemukan satu body bag (kantong jenazah) di worksite B2. Selanjutnya, pada pukul 15.27 WIB, kembali ditemukan satu body bag di worksite A3. Dengan demikian, pada hari ke-13 operasi SAR berhasil mengevakuasi dua body bag.
Secara akumulatif, sejak hari pertama hingga Kamis, 5 Februari 2026 pukul 17.30 WIB, total hasil operasi SAR mencatat 94 body bag telah ditemukan. Sementara itu, berdasarkan rilis tim Disaster Victim Identification (DVI) hingga 5 Februari 2026 pukul 06.00 WIB, telah dilakukan identifikasi terhadap 70 korban jiwa dari 73 body bag yang diterima. Artinya, masih terdapat 19 body bag yang saat ini berada dalam proses identifikasi lanjutan.
Ade Dian menegaskan bahwa meskipun operasi pencarian telah berlangsung cukup panjang dan sumber daya mengalami penyesuaian, komitmen negara melalui Basarnas dan SAR gabungan tetap terjaga. Setiap tahapan pencarian dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, empati, serta tanggung jawab kemanusiaan.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, komunitas relawan, hingga masyarakat yang terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan operasi SAR.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar setiap tahapan operasi pencarian dapat berjalan dengan aman dan optimal,” tutup Ade Dian.***