38°C
11/05/2026
Berita Daerah Peristiwa

Korban Keracunan di Cisarua Capai 449 Siswa, 54 Masih Jalani Perawatan di Sejumlah Faskes

  • Oktober 15, 2025
  • 2 min read
Korban Keracunan di Cisarua Capai 449 Siswa, 54 Masih Jalani Perawatan di Sejumlah Faskes

INFO BANDUNG BARAT — Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali menunjukkan peningkatan jumlah korban. Berdasarkan data terbaru yang diterima pada Rabu (15/10) pukul 14.22 WIB, tercatat total 449 siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari dapur SPPG di Desa Jambudipa.

Sebagian besar korban merupakan siswa dari SMPN 1 Cisarua dan sekolah-sekolah lain yang menjadi sasaran distribusi makanan MBG pada Selasa (14/10). Dari total tersebut, sebanyak 395 siswa telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, sementara 54 siswa lainnya masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bandung Barat dan sekitarnya.

Posko kesehatan di SMPN 1 Cisarua menjadi lokasi dengan jumlah penanganan terbesar, yakni mencapai 335 siswa. Dari angka itu, 320 siswa telah pulih, sementara 15 lainnya masih dirawat. Penanganan juga dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan lain, seperti RSUD Lembang yang merawat 11 pasien dari total 39 yang ditangani, Klinik Kasih Ibu dengan 31 pasien, RSJ Jawa Barat dengan 11 pasien, serta Klinik Advent yang masih merawat tujuh siswa.

Selain itu, beberapa korban juga dirawat di Klinik dr. Ellen (12 siswa), RS Karisma Cimareme (9 siswa), RS Dustira (2 siswa), dan DTP Jayagiri (3 siswa). Petugas medis masih terus melakukan observasi terhadap kondisi para siswa yang belum sepenuhnya pulih.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat menyebut bahwa proses penanganan difokuskan pada pemulihan korban dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal yang kini melibatkan ratusan siswa.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sebelumnya juga telah menghentikan sementara kerja sama dengan penyedia makanan yang terlibat hingga hasil uji laboratorium dan evaluasi menyeluruh selesai dilakukan. Tim medis, kepolisian, serta petugas dari berbagai instansi terkait masih bersiaga di lapangan untuk memastikan situasi terkendali dan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik.***

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *