Pergerakan Tanah Kembali Terjadi di Cipongkor, Puluhan Rumah Mengalami Kerusakan
INFO BANDUNG BARAT — Wilayah Cipongkor kembali dilanda pergerakan tanah. Peristiwa terbaru terjadi di Kampung Cilame, Desa Cikeueus, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dan menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Sedikitnya 48 rumah dilaporkan terdampak dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Berdasarkan laporan awal Ketua RT setempat, J. Rahmat, terdapat 54 kepala keluarga dan 165 jiwa yang berada dalam kondisi rawan serta membutuhkan penanganan lanjutan.
Dikutip dari Pikiran Rakyat, Rahmat menjelaskan bahwa kerusakan yang muncul meliputi dinding rumah yang retak, lantai yang bergelombang, hingga pondasi bangunan yang mulai bergeser.
“Pergerakan tanah ini sudah terasa sejak beberapa hari sebelumnya, namun puncaknya terjadi pada tanggal 7. Banyak rumah warga yang mulai retak dan bergeser. Kami terus mendata dan mengingatkan warga agar tetap waspada.” kata Rahmat pada Rabu, (10/12/2025).
Selain kerusakan fisik, warga kini juga dihantui kekhawatiran akan pergerakan susulan. Sejumlah titik permukiman menunjukkan tanda-tanda pergeseran tanah dengan celah retakan yang terus melebar.
“Ada beberapa pekarangan warga yang sudah mengalami retakan memanjang dan berpotensi meluas,” tambah Rahmat.
Pemerintah desa dan aparat kecamatan telah turun langsung melakukan peninjauan. Hingga saat ini, pendataan kerugian masih berlangsung. Laporan sementara menunjukkan sebagian rumah mengalami kerusakan berat dan dinilai tidak layak huni, sehingga sejumlah warga memilih meninggalkan rumah mereka.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa mengeluarkan imbauan resmi kepada warga yang tinggal di zona rawan. Warga diminta segera mengungsi apabila terjadi hujan intensitas tinggi untuk menghindari potensi longsor susulan. Aparat desa juga telah mengirim surat resmi kepada BPBD Bandung Barat guna meminta penanganan segera.
“Kami sudah mengirim surat kepada BPBD Bandung Barat agar bencana ini segera ditindaklanjuti,” ungkap Rahmat.
Saat ini, warga terdampak mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga di lokasi yang lebih aman.
“Warga yang terdampak pergeseran tanah saat ini berada di rumah kerabat dan warga lain yang tidak terdampak,” tambahnya.
Pemerintah desa terus memantau perkembangan retakan di sejumlah titik kritis. Meski tidak ada laporan korban jiwa, kondisi wilayah tersebut masih dinilai rawan. Warga diimbau tetap waspada dan segera melaporkan setiap perubahan kondisi tanah di sekitar permukiman.***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah