38°C
22/03/2026
Hiburan

Nostalgia Lagu Bucin Sheila On 7: Percintaan Remaja dari Masa ke Masa

  • Januari 3, 2026
  • 2 min read
Nostalgia Lagu Bucin Sheila On 7: Percintaan Remaja dari Masa ke Masa

INFO BANDUNG BARAT — Bagi generasi yang tumbuh pada era 1990-an hingga awal 2000-an, lagu-lagu Sheila On 7 (SO7) bukan sekadar karya musik pop. Setiap lagu kerap menjadi ruang kenangan tentang cinta pertama, patah hati, dan perasaan yang dulu sulit diungkapkan. Band asal Yogyakarta ini dikenal mampu menyampaikan emosi sederhana lewat lirik yang terasa personal.

Sheila On 7 berdiri pada 6 Mei 1996, berawal dari sekelompok pelajar SMA yang tergabung dalam W.H.Y Gank. Duta, Eross, Adam, Sakti, dan Anton kemudian berkembang menjadi salah satu band pop paling berpengaruh di Indonesia. Nama “Sheila” diambil dari nama teman sekolah mereka, sementara “On 7” merujuk pada tujuh tangga nada musik.

Salah satu lagu yang paling melekat di ingatan pendengar adalah “Dan” (1999). Lagu ini menggambarkan kedewasaan dalam mencintai, tentang keikhlasan untuk mengalah demi kebahagiaan orang lain. Bagi banyak remaja pada masanya, lagu ini menjadi teman saat menghadapi perpisahan dengan cara yang tenang.

Lagu “Seberapa Pantas” (2002) juga menyimpan cerita tentang penyesalan dan kesadaran akan arti kehadiran seseorang. Tema tersebut terasa dekat dengan pengalaman remaja yang kerap baru memahami nilai sebuah hubungan setelah kehilangannya.

Sementara itu, “Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki” (1999) menghadirkan nuansa cinta yang hangat dan sederhana. Lagu ini sering dikaitkan dengan fase jatuh cinta, ketika perasaan bahagia hadir dari hal-hal kecil yang bermakna.

Memasuki era yang lebih baru, “Hari Bersamanya” (2010) menggambarkan kegugupan dan keceriaan cinta remaja. Lagu ini menampilkan sisi ringan dari perasaan suka, dengan irama ceria yang masih relevan hingga kini.

Seiring bertambahnya usia pendengar, “Lapang Dada” (2014) hadir membawa pesan tentang keikhlasan. Lagu ini menggambarkan kedewasaan dalam menerima kenyataan bahwa cinta tidak selalu harus dimiliki.

Konsistensi Sheila On 7 dalam menghadirkan lagu-lagu yang dekat dengan pengalaman hidup membuat karya mereka tetap bertahan lintas generasi. Lagu-lagu tersebut tumbuh bersama para pendengarnya dan menjadi bagian dari memori kolektif tentang cinta, kehilangan, dan proses belajar mengikhlaskan.***


Penulis: Anggie Baeduri Aulia R

Editor: Ayu Diah Nur’azizah

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *