Asap Karhutla Indonesia Diduga Capai Manila, Kualitas Udara Memburuk
INFO BANDUNG BARAT — Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dilaporkan mencapai Metro Manila, Filipina. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah ibu kota Filipina memburuk dan memicu imbauan kewaspadaan bagi masyarakat.
Sejumlah media Filipina melaporkan bahwa kabut asap menyelimuti Metro Manila pada Senin, 31 Agustus 2026. Otoritas setempat menduga asap tersebut berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan, Indonesia.
Pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 meningkat di sejumlah wilayah. PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke dalam saluran pernapasan dan menimbulkan gangguan kesehatan.
Sejumlah wilayah mencatat kondisi kualitas udara yang mengkhawatirkan. Parañaque mencatat Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) sebesar 296, Quezon City 241, Las Piñas 237, dan Kota Manila 231.
Angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi kabut asap masih terjadi.
Asap Diduga Berasal dari Kalimantan
Badan meteorologi Filipina, Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (PAGASA), menduga kabut yang menyelimuti Metro Manila berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Citra satelit menunjukkan keberadaan titik-titik api aktif di Kalimantan bagian barat dan selatan. Asap kemudian diduga terbawa pola angin hingga melintasi garis khatulistiwa menuju wilayah Filipina.
Fenomena tersebut terjadi di tengah pola angin yang dinilai tidak biasa. Kondisi atmosfer memungkinkan asap bergerak dari wilayah Indonesia ke arah utara dan akhirnya mencapai Metro Manila.
Warga Diimbau Batasi Aktivitas Luar Ruangan
Otoritas kesehatan Filipina mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk. Masyarakat juga diminta menggunakan masker apabila harus berada di luar ruangan.
Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung dan paru-paru, diminta memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kualitas udara.
Peristiwa kabut asap di Metro Manila menambah catatan dampak karhutla di Indonesia yang dapat dirasakan hingga ke negara lain. Sebaran asap tidak hanya bergantung pada lokasi kebakaran, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh arah dan pola angin.
Hingga saat ini, otoritas Filipina terus memantau kondisi kualitas udara dan perkembangan sebaran kabut asap. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dan mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi paparan polusi udara.