38°C
03/02/2026
Hiburan

Back to 2016: Deretan Lagu Viral Sebelum Era Algoritma

  • Januari 24, 2026
  • 2 min read
Back to 2016: Deretan Lagu Viral Sebelum Era Algoritma

INFO BANDUNG BARAT — Sebelum TikTok dan algoritma menentukan apa yang kita dengar, lagu-lagu ini sudah lebih dulu viral. Diputar di radio, memenuhi lini masa media sosial, dan menjadi soundtrack hidup banyak orang. Tak terasa, semua itu terjadi sepuluh tahun lalu. Tahun 2016 memang punya caranya sendiri untuk melekat di ingatan dan kini, saat tren back to 2016 kembali ramai, kenangan itu ikut hadir bersama lagu-lagunya.

Pada tahun tersebut, nuansa Electronic Dance Music (EDM) terasa dominan, namun tetap emosional. Ada “Alone” dari Marshmello, misalnya, dengan drop yang terdengar ceria sekaligus menyentuh. Lagu ini bukan hanya sering diputar di berbagai platform, tetapi juga mengantarkan Marshmello dikenal luas sebagai ikon musik elektronik bertopeng di panggung global. Lalu ada “Faded” dari Alan Walker, lagu yang langsung memikat sejak dentingan pianonya terdengar dan mendefinisikan identitas musik Walker yang melankolis hingga kini.

Di ranah pop-EDM, “Closer” dari The Chainsmokers tampil menonjol. Mengangkat nostalgia kisah cinta lama, kolaborasi dengan Halsey ini mendominasi tangga lagu dunia selama berminggu-minggu dan hampir selalu hadir di setiap daftar putar sepanjang 2016.

Energi berbeda datang dari “Let Me Love You” milik Justin Bieber dan DJ Snake. Kolaborasi dua nama besar ini melahirkan lagu dance-pop yang sangat catchy dan sukses besar di klub maupun radio. Dari sisi emosional, tahun 2016 juga terasa kuat lewat “Say You Won’t Let Go” dari James Arthur. Balada dengan lirik jujur tentang cinta dan kehilangan ini menjadi hit global, membuktikan bahwa kesederhanaan lirik bisa sangat mengena.

Rockabye” dari Clean Bandit tampil menonjol dengan sentuhan pop dan dancehall yang unik. Di balik iramanya yang ringan, lagu ini membawa lirik menyentuh tentang perjuangan seorang ibu tunggal. Dari band legendaris, Coldplay menghadirkan “Hymn for the Weekend”, lagu cerah bernuansa festival yang terasa segar berkat kolaborasi tak terduga dengan Beyoncé.

Suara kegelisahan generasi muda terwakili lewat “Stressed Out” dari Twenty One Pilots. Dengan sentuhan alternative hip-hop, lagu ini berbicara tentang tekanan masa dewasa dan kerinduan pada masa kecil—tema yang sangat dekat dengan kehidupan banyak milenial saat itu.

Menutup daftar, “We Don’t Talk Anymore” dari Charlie Puth hadir sebagai lagu pop ringan dengan lirik tentang hubungan yang kandas. Vokal khas Puth membuat lagu ini mudah diingat dan dinyanyikan, menjadikannya teman bagi banyak orang yang sedang belajar move on.

Sepuluh tahun berlalu, lagu-lagu ini bukan sekadar pengisi daftar putar, melainkan potongan kenangan dari satu era yang sulit tergantikan.***


Penulis: Anggie Baeduri Aulia R

Editor: Ayu Diah Nur’azizah

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *