38°C
05/05/2026
Pariwisata Peristiwa

Bandung Zoo Kembali Normal Setelah Konflik Internal, Satwa dan Layanan Publik Mulai Dipulihkan

  • Juli 6, 2025
  • 3 min read
Bandung Zoo Kembali Normal Setelah Konflik Internal, Satwa dan Layanan Publik Mulai Dipulihkan

INFO BANDUNG BARAT–Setelah sempat dilanda konflik internal yang berdampak pada operasional dan kesejahteraan satwa, Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) kini menyatakan telah kembali beroperasi secara normal. Hal ini disampaikan langsung oleh Sulhan Syafi’i, Humas Yayasan Margasatwa Tamansari, dalam wawancara eksklusif bersama Info Bandung Barat pada Sabtu (5/7/2025).

Awal Konflik dan Dampaknya

Konflik bermula pada 20 Maret 2025, ketika sejumlah orang yang mengaku sebagai oknum dari Taman Safari menduduki area Bandung Zoo. Mereka membawa struktur manajemen baru dan menyatakan sudah berdamai dengan keluarga Bratakusuma, pemilik sah yayasan pengelola kebun binatang ini.

“Karena ada dua pihak yang merasa berwenang, maka terjadi dualisme kepemimpinan. Ini bikin Bandung Zoo jadi gaduh. Karyawan bingung harus nurut ke siapa,” ujar Sulhan.

Selama masa kekisruhan itu, tujuh satwa dilaporkan mati karena miskomunikasi dan kurangnya koordinasi. Beberapa layanan publik seperti fasilitas botram, pertunjukan ketuk tilu, dan pencak silat pun sempat dihentikan.

“Saat lebaran, banyak pengunjung kecewa karena botram dilarang. Padahal mereka sudah bawa makanan dari rumah,” jelasnya.

Legalitas dan Pengambilalihan

Untuk menghentikan kekacauan, Serikat Pekerja Mandiri Derenten yang terdiri dari sekitar 130 orang karyawan, memutuskan mengambil alih kembali pengelolaan kebun binatang. Mereka mendukung keluarga Bratakusuma, yang memiliki legalitas sah berdasarkan Akta Notaris Nomor 41 bulan Oktober 2024.

“Kita tanya ke oknum Taman Safari mana legalitasnya? Mereka gak bisa tunjukkan. Sementara keluarga Bratakusuma bisa. Jadi kita dukung mereka,” tutur Sulhan.

Penutupan Sementara dan Evaluasi Pemerintah

Pada 3 Juli 2025, Bandung Zoo sempat tutup sementara untuk alasan keamanan dan konsolidasi internal. Namun sehari setelahnya, 4 Juli 2025, kebun binatang kembali dibuka untuk umum.

Selama konflik berlangsung, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Dinas terkait dari Pemkot Bandung turut melakukan evaluasi terhadap kesehatan satwa dan kondisi kebun binatang.

“Kami terbuka dengan evaluasi. Itu penting untuk perbaikan bersama,” ungkap Sulhan.

Dampak bagi Karyawan dan Pengunjung

Konflik berdampak besar terhadap internal karyawan. Beberapa di antaranya dinonaktifkan secara sepihak, termasuk kurator dan General Manager. Selain itu, jumlah pengunjung juga sempat menurun akibat pemberitaan negatif.

“Walau di dalamnya gak terlalu kelihatan kacau, tapi orang baca berita atau dengar radio jadi mikir dua kali buat datang,” ujar Sulhan.

Rencana Pemulihan dan Masa Depan Bandung Zoo

Kini setelah situasi dinyatakan kembali normal, pengelola Bandung Zoo berkomitmen melakukan pemulihan secara bertahap. Fasilitas botram kembali dibuka, pertunjukan ketuk tilu dan pencak silat pun akan diaktifkan kembali sebagai daya tarik wisata budaya.

“Kita punya rencana lima tahun ke depan untuk menjadikan Bandung Zoo sebagai kebun binatang modern,” ungkap Sulhan.

Ia juga menambahkan bahwa Bandung Zoo merupakan salah satu pusat breeding tapir terbaik di Indonesia, dengan lebih dari 10 kelahiran tapir yang berhasil dilakukan.

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *