CORTIS: Dari Passion Menjadi Kekuatan
INFO BANDUNG BARAT — Sejak kemunculannya, CORTIS—boy group terbaru dari BIGHIT Music—langsung mencuri perhatian penggemar K-Pop dunia. Dengan mengusung konsep “creator group”, CORTIS tampil bukan hanya sebagai idol yang berada di atas panggung, tetapi juga kreator yang terlibat aktif dalam proses produksi karya mereka, mulai dari musik, koreografi, hingga visual.
Grup ini beranggotakan Martin, James, Juhoon, Seonghyeon, dan Keonho. Nama “CORTIS” merupakan akronim dari Color Outside the Lines, filosofi tentang keberanian mengekspresikan diri di luar batasan. Makna itu sudah terlihat sejak masa pro-debut melalui video “GO” yang dirilis pada 11 Agustus 2025, di mana para member turut berperan langsung dalam proses kreatifnya.
CORTIS resmi debut pada 18 Agustus 2025 dengan lagu “What You Want” dan album Color Outside the Lines. Debut tersebut terasa baru, enerjik, dan jujur—sejalan dengan identitas mereka yang tidak ingin terjebak dalam standar industri yang terlalu kaku.
Di balik debut tersebut, tersimpan proses panjang yang tidak banyak diketahui publik. Lebih dari 300 lagu kandidat disaring, ratusan demo dibuat, revisi berulang dilakukan, hingga akhirnya lahirlah materi yang sesuai dengan arah artistik mereka. Keterlibatan langsung para member dalam menentukan konsep membuat CORTIS tampil sebagai representasi nyata generasi Z yang spontan, ekspresif, apa adanya, dan menolak dibatasi.
Salah satu hal yang membuat CORTIS cepat dicintai publik adalah kepribadian mereka yang natural. Banyak momen ringan yang viral karena menunjukkan sisi manusiawi para anggota, mulai dari kebiasaan memakai barang sederhana, tingkah polos, hingga candaan spontan yang menampilkan kejujuran mereka. Hal-hal kecil seperti itu membuat mereka terasa dekat dan relatable.
Perjalanan CORTIS hingga berada di titik ini bukanlah hal mudah. Ada latihan panjang, seleksi ketat, kenekatan untuk tampil berbeda, hingga keyakinan penuh terhadap passion yang mereka miliki. Mereka membuktikan bahwa keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam berkarya dapat melahirkan kekuatan besar.
Dari perjalanan mereka, ada pesan penting yang dapat dipetik: apa pun proses yang kita jalani hari ini—meski hasilnya belum terlihat—perjuangan itu sedang membentuk versi terbaik dari diri kita. Pada waktunya, proses itu akan menjadi kekuatan.***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah