INFO BANDUNG BARAT — Jika bahasa Sunda dikenal dengan kesan lemes dan sopan, versi gaulnya justru tampil sebaliknya, unik, kreatif, dan kerap terdengar ngawur, tetapi mengundang tawa. Singkatan-singkatan ini bukan sekadar cara mempersingkat kata, melainkan juga bentuk ekspresi, candaan, dan identitas dalam pergaulan sehari-hari.
Masalahnya, tidak semua orang langsung memahami arti istilah-istilah tersebut. Bahkan, sesama penutur Sunda pun kerap dibuat bingung oleh singkatan yang terdengar akrab, tetapi maknanya melenceng jauh. Akhirnya, banyak yang hanya tertawa ikut-ikutan agar tidak terlihat ketinggalan zaman.
Agar tetap nyambung dalam obrolan, berikut sejumlah singkatan bahasa Sunda gaul yang kerap muncul dalam percakapan sehari-hari.
Etpis
Singkatan dari éta pisan, yang berarti “itu banget”. Biasanya digunakan untuk menegaskan sesuatu.
OTW
Bukan on the way. Dalam versi Sunda, OTW berarti oke tungguan wé atau “oke, tunggu saja”. Umumnya diucapkan oleh orang yang sebenarnya belum siap berangkat, tetapi sungkan untuk menolak.
PO Box
Bukan kotak pos. Kepanjangannya dipoyox di lebox, yang menggambarkan kondisi diejek atau diremehkan, tetapi tetap dijalani.
Darmaji
Singkatan dari dahar lima ngaku hiji, merujuk pada orang yang makan banyak tetapi mengaku sedikit.
Hanupis
Berasal dari hatur nuhun pisan, yang berarti “terima kasih banyak”. Digunakan untuk tetap sopan dengan gaya yang lebih santai.
H2C
Singkatan dari hayu-hayu cicing, yang menggambarkan orang yang terlihat bersemangat di awal, tetapi akhirnya tidak melakukan apa-apa.
Logay
Kepanjangan dari loba gaya, ditujukan pada orang yang banyak gaya tetapi minim hasil.
Singsumsingdem
Singkatan panjang dari sing sumpah sing demi. Biasanya dipakai untuk meyakinkan orang lain dengan nada bercanda. Semakin panjang ucapannya, sering kali justru semakin diragukan.
Uniko
Singkatan dari usaha nipu kolot, yang menggambarkan upaya “klasik” menipu orang tua, biasanya terkait izin keluar rumah.
Pelor
Berasal dari nempel molor, merujuk pada orang yang mudah tertidur begitu bersandar atau berbaring.
Dari berbagai istilah tersebut, mana yang paling sering kamu gunakan? Atau jangan-jangan kamu tipe OTW, tetapi belum juga beranjak?***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah