Waktu dan Dasar Tradisi
Upacara ini berlangsung setiap tahun pada bulan Kapitu dalam hitungan Suryakala Sunda. Waktu pelaksanaannya bertepatan dengan pergerakan matahari dari utara menuju selatan. Selain itu, tradisi ini merujuk pada naskah kuno Siksa Kanda Ng Karesian. Naskah tersebut memuat amanat untuk menjaga kelestarian bumi. Oleh karena itu, masyarakat diajak merawat lingkungan mulai dari diri sendiri hingga alam semesta.
Falsafah Hidup Masyarakat Sunda
Dalam pandangan hidup Sunda, manusia harus menjaga harmoni dengan alam dan Sang Pencipta. Prinsip ini dikenal sebagai Mulasara Buana. Artinya, manusia wajib memelihara alam semesta secara seimbang. Dengan demikian, masyarakat diingatkan agar tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan. Nilai ini menjadi dasar pelaksanaan Ngertakeun Bumi Lamba.
Gunung sebagai Sumber Kehidupan
Gunung memiliki peran penting bagi masyarakat Sunda. Mereka memandang gunung sebagai sumber kehidupan sekaligus guru. Bahkan, istilah “gunung” dimaknai sebagai guru nu agung. Menurut Jakob Sumardjo dan Edi S Ekajati, gunung berfungsi sebagai axis mundi. Artinya, gunung menjadi penghubung antara manusia dan Yang Maha Kuasa. Sebaliknya, kerusakan alam sering terjadi akibat keserakahan manusia. Akibatnya, keseimbangan alam pun terganggu.
Nilai Spiritual dan Pesan Moral
Inti dari upacara ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Selain itu, upacara ini menjadi pengingat bahwa alam merupakan sumber spiritual dan budi pekerti. Melalui ritual ini, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam memperlakukan lingkungan. Dengan kata lain, manusia perlu meneladani kearifan leluhur dalam menjaga alam.
Rangkaian Prosesi Upacara
Prosesi Ngertakeun Bumi Lamba dimulai dengan pengambilan air dari berbagai mata air suci di seluruh Nusantara. Air tersebut melambangkan persatuan dan kesucian alam. Setelah itu, peserta melanjutkan dengan doa kepada leluhur. Mereka juga mengungkapkan rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, upacara ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga melibatkan berbagai komunitas adat dari seluruh Indonesia.