38°C
05/05/2026
Budaya

Mengenal Tradisi Ngertakeun Bumi Lamba, Manifestasi Hubungan Manusia, Alam, dan Sang Pencipta

  • Juni 7, 2024
  • 2 min read
Mengenal Tradisi Ngertakeun Bumi Lamba, Manifestasi Hubungan Manusia, Alam, dan Sang Pencipta

INFO BANDUNG BARAT Ngertakeun Bumi Lamba merupakan upacara adat yang bertujuan menjalankan pesan kasepuhan. Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga tiga gunung sebagai paku alam. Gunung-gunung itu meliputi Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Wayang, dan Gunung Gede. Masyarakat memandang ketiganya sebagai tempat suci yang harus dijaga.

Waktu dan Dasar Tradisi

Upacara ini berlangsung setiap tahun pada bulan Kapitu dalam hitungan Suryakala Sunda. Waktu pelaksanaannya bertepatan dengan pergerakan matahari dari utara menuju selatan. Selain itu, tradisi ini merujuk pada naskah kuno Siksa Kanda Ng Karesian. Naskah tersebut memuat amanat untuk menjaga kelestarian bumi. Oleh karena itu, masyarakat diajak merawat lingkungan mulai dari diri sendiri hingga alam semesta.

Falsafah Hidup Masyarakat Sunda

Dalam pandangan hidup Sunda, manusia harus menjaga harmoni dengan alam dan Sang Pencipta. Prinsip ini dikenal sebagai Mulasara Buana. Artinya, manusia wajib memelihara alam semesta secara seimbang. Dengan demikian, masyarakat diingatkan agar tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan. Nilai ini menjadi dasar pelaksanaan Ngertakeun Bumi Lamba.

Gunung sebagai Sumber Kehidupan

Gunung memiliki peran penting bagi masyarakat Sunda. Mereka memandang gunung sebagai sumber kehidupan sekaligus guru. Bahkan, istilah “gunung” dimaknai sebagai guru nu agung. Menurut Jakob Sumardjo dan Edi S Ekajati, gunung berfungsi sebagai axis mundi. Artinya, gunung menjadi penghubung antara manusia dan Yang Maha Kuasa. Sebaliknya, kerusakan alam sering terjadi akibat keserakahan manusia. Akibatnya, keseimbangan alam pun terganggu.

Nilai Spiritual dan Pesan Moral

Inti dari upacara ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Selain itu, upacara ini menjadi pengingat bahwa alam merupakan sumber spiritual dan budi pekerti. Melalui ritual ini, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam memperlakukan lingkungan. Dengan kata lain, manusia perlu meneladani kearifan leluhur dalam menjaga alam.

Rangkaian Prosesi Upacara

Prosesi Ngertakeun Bumi Lamba dimulai dengan pengambilan air dari berbagai mata air suci di seluruh Nusantara. Air tersebut melambangkan persatuan dan kesucian alam. Setelah itu, peserta melanjutkan dengan doa kepada leluhur. Mereka juga mengungkapkan rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, upacara ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga melibatkan berbagai komunitas adat dari seluruh Indonesia.

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *