38°C
03/02/2026
Berita Daerah Peristiwa

Dinkes KBB Catat 113 Pengungsi di Pos Darurat, Layanan Kesehatan Diperkuat hingga Malam Hari

  • Januari 26, 2026
  • 3 min read
Dinkes KBB Catat 113 Pengungsi di Pos Darurat, Layanan Kesehatan Diperkuat hingga Malam Hari

INFO BANDUNG BARAT — Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus memperkuat layanan kesehatan bagi para pengungsi terdampak bencana yang saat ini berada di pos darurat. Berdasarkan data awal, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 113 orang. Namun, angka tersebut berpotensi bertambah seiring pendataan ulang yang kembali dilakukan pada hari ketiga pascabencana.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Hj. Lia N. Sukandar, mengatakan pendataan ulang penting dilakukan untuk memastikan seluruh pengungsi terlayani secara optimal, baik dari aspek kesehatan maupun pemenuhan kebutuhan dasar.

“Data awal jumlah pengungsi ada 113 orang. Hari ini kami akan melakukan pendataan ulang karena kemungkinan bertambah dibandingkan hari pertama,” ujar Lia saat ditemui di pos darurat, Selasa.

Untuk menjaga kondisi kesehatan pengungsi, Dinas Kesehatan KBB telah mengaktifkan pos kesehatan yang melayani pengungsi terdampak langsung maupun tidak langsung. Lia menegaskan bahwa standar pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk konsumsi makanan, menjadi perhatian utama.

“Standarnya tentu makan tiga kali sehari. Alhamdulillah, bersama Kementerian Sosial, hal itu sudah diupayakan agar para pengungsi bisa mendapatkan makan secara maksimal tiga kali sehari,” katanya.

Memasuki hari ketiga masa pengungsian, Dinas Kesehatan KBB juga melakukan penyesuaian pengaturan tenaga kesehatan agar pelayanan tidak menumpuk pada jam tertentu. Penguatan layanan kini difokuskan pada waktu malam hari.

“Kami sedang menyusun ulang jadwal tenaga kesehatan supaya tidak bertumpuk pada siang hari saja. Kami ingin layanan malam hari lebih optimal karena itu juga penting,” jelas Lia.

Terkait kondisi kesehatan pengungsi, Lia mengungkapkan bahwa hingga pagi hari tercatat 42 orang mendatangi pos kesehatan. Dari jumlah tersebut, tiga orang memerlukan penanganan lanjutan berupa observasi.

“Ada tiga orang yang perlu observasi, masing-masing dengan keluhan gangguan lambung atau gastritis, gangguan pernapasan, dan satu dengan riwayat penyakit jantung,” ujarnya. Data usia pasien, lanjut Lia, masih dalam proses pendataan dan akan dilaporkan secara resmi setelah pelayanan ditutup pada pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis Kesehatan turut mendampingi Dinas Kesehatan KBB dengan mengaktifkan Incident Operation Center (IOC) atau Emergency On-Patient Center. Langkah ini dilakukan untuk memobilisasi sumber daya manusia dan logistik secara lebih terkoordinasi.

“Tujuannya agar sumber daya manusia tidak bertumpuk pada satu waktu dan logistik tidak berlebihan, sehingga layanan kesehatan dapat berjalan aman dan efektif,” ujar perwakilan Kementerian Kesehatan.

Pendampingan tersebut mencakup penguatan subklaster kesehatan, seperti kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, serta identifikasi jenazah yang telah berjalan di puskesmas. Mahasiswa dan relawan juga dilibatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar pos darurat.

“Upaya ini dilakukan untuk mendukung layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak maupun relawan yang masih melakukan pencarian, agar seluruhnya tetap sehat dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” pungkasnya.***

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *