Dopamin Instan dan Kecanduan Video Pendek: Mengapa Sulit Berhenti dan Apa Solusinya?
INFO BANDUNG BARAT — Pernah merasa hanya berniat menonton satu video, tetapi tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam? Fenomena ini berkaitan erat dengan sistem penghargaan (reward system) di dalam otak yang melibatkan dopamin.
Dopamin merupakan neurotransmiter yang berperan penting dalam rasa senang, motivasi, dan pembentukan kebiasaan. Setiap kali seseorang menonton video pendek yang menarik, otak melepaskan dopamin dalam jumlah kecil, menciptakan sensasi puas yang mendorong perilaku tersebut untuk diulang. Semakin sering perilaku ini dilakukan, semakin kuat pula kebiasaan yang terbentuk.
Namun, asupan dopamin instan secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak negatif, seperti menurunnya sensitivitas otak terhadap rangsangan alami, berkurangnya kemampuan fokus, serta penurunan fungsi kognitif secara umum.
Dalam beberapa tahun terakhir, istilah dopamine detox kerap muncul sebagai solusi populer. Meski terdengar menarik, konsep ini sering kali keliru secara ilmiah dan disalahpahami. Kekeliruan terbesar terletak pada anggapan bahwa dopamin adalah sesuatu yang harus “dihilangkan”, padahal dopamin merupakan zat kimia penting bagi fungsi otak.
Pendekatan yang ekstrem justru berisiko memicu perilaku kompulsif yang lebih parah setelah masa detoks berakhir. Oleh karena itu, para ahli lebih merekomendasikan pendekatan yang bertahap dan realistis.
Salah satu metode yang banyak digunakan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Pendekatan ini membantu individu mengenali pola perilaku adiktif, memahami pemicu kecanduan, serta membangun strategi pengendalian diri yang lebih sehat. CBT dinilai efektif dalam meningkatkan kesehatan mental pada individu dengan kecanduan internet.
Pada akhirnya, mengatasi kecanduan video pendek bukan tentang menjauhi teknologi sepenuhnya, melainkan membangun hubungan yang lebih sehat dan sadar dengan teknologi di tengah kehidupan digital yang terus berkembang.***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah