Gunung Batu Terangkat 40 Sentimeter, Pemkab Bandung Barat Siapkan Mitigasi Sesar Lembang
INFO BANDUNG BARAT–Aktivitas Sesar Lembang kembali menjadi perhatian setelah peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mudrik Rahmawan Daryono, menemukan pergeseran signifikan di Gunung Batu, Kabupaten Bandung Barat.
Gunung yang berdiri di jalur sesar tersebut tercatat mengalami pengangkatan vertikal setinggi 40 sentimeter dan pergeseran horizontal antara 120 hingga 460 meter. Fenomena ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa Sesar Lembang masih aktif dan berpotensi menimbulkan gempa besar di masa depan.
“Dari penelitian terakhir, Gunung Batu naik hingga 40 sentimeter yang diduga akibat aktivitas Sesar Lembang dengan magnitudo 6,5–7 SR,” ujar Mudrik.
Sesar Lembang memiliki panjang sekitar 29 kilometer, membentang dari Padalarang hingga Jatinangor. Patahan ini diperkirakan mampu memicu gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 hingga 7, yang dapat berdampak serius pada kawasan padat penduduk di Bandung Raya.
Langkah Pemerintah Daerah
Menanggapi temuan tersebut, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“BPBD sudah melakukan pendataan. Beberapa rumah yang berisiko dipindahkan agar tidak melewati zona rawan. Kami juga mencari lokasi terbaik agar rumah di sekitarnya tetap aman. Selain itu, kami tingkatkan mitigasi dengan Early Warning System (EWS),” kata Jeje.

Menurutnya, sistem peringatan dini menjadi prioritas karena hingga kini Bandung Barat belum memiliki alat deteksi dini yang memadai. Pemkab berkomitmen menyiapkan anggaran khusus untuk pengadaan peralatan tersebut.
Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat akan diperluas hingga ke wilayah terpencil agar warga memahami langkah yang tepat saat terjadi gempa.
“Sosialisasi sudah dilakukan, tetapi masih banyak wilayah yang belum terjangkau. Kami akan memperluas jangkauan sosialisasi agar masyarakat tahu langkah yang tepat,” ujarnya.
Pemkab Bandung Barat juga akan menggelar simulasi evakuasi di sejumlah wilayah. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak salah langkah ketika menghadapi situasi darurat gempa.
Pendekatan Spiritual
Tidak hanya langkah teknis, Jeje menambahkan bahwa pemerintah daerah juga mengajak masyarakat memperkuat doa bersama melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.
“Saya dan wakil bupati sudah mengumpulkan pengurus MUI Kabupaten Bandung Barat agar mengajak masyarakat di tingkat desa mengadakan istighosah. Kita yakin semua ini ada dalam kuasa Allah SWT. Kami menganjurkan doa agar wilayah kita dijauhkan dari bencana,” ujarnya.*** Diskominfotik.