Jumlah Korban Keracunan di Cisarua Melonjak Jadi 502, Dinkes KBB Lanjutkan Pemantauan hingga Malam Hari
INFO BANDUNG BARAT — Kasus dugaan keracunan makanan di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus menunjukkan peningkatan. Setelah sebelumnya tercatat 449 siswa terdampak, data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (Dinkes KBB) per Rabu (15/10) pukul 23.41 WIB mencatat total 502 siswa yang mengalami gejala keracunan.
Dari jumlah tersebut, 452 siswa telah sembuh dan diperbolehkan pulang, sedangkan 50 siswa masih menjalani perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Posko SMPN 1 Cisarua menjadi pusat penanganan terbesar dengan total 371 siswa yang sempat dirawat, disusul RSUD Lembang (56 pasien) dan beberapa fasilitas lain seperti Klinik Kasih Ibu, RS Jiwa, RS Karisma Cimareme, dan RS Dustira.
Pelaksana Kepala Dinkes KBB, Lia N. Sukandar, menyebut pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi para pasien hingga malam hari. Tim kesehatan disiagakan di posko dan rumah sakit rujukan untuk memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik. Sampel makanan yang dikonsumsi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pun telah dikirim untuk pemeriksaan laboratorium.
Sebelumnya, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan bahwa kerja sama dengan penyedia MBG yang terlibat dihentikan sementara sebagai langkah kehati-hatian. Ia menegaskan, meski program MBG sangat bermanfaat bagi pemenuhan gizi siswa, keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama.
“Program ini baik, tapi perlu evaluasi mendalam agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya pada Selasa (14/10) malam.
Dengan penambahan data terbaru ini, Dinkes KBB terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, rumah sakit, dan laboratorium untuk menuntaskan investigasi penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.***