38°C
21/03/2026
Peristiwa

Kepala BGN Nilai Kasus Keracunan MBG di Cipongkor Akibat Kelalaian Teknis

  • September 23, 2025
  • 2 min read
Kepala BGN Nilai Kasus Keracunan MBG di Cipongkor Akibat Kelalaian Teknis

INFO BANDUNG BARAT — Ratusan pelajar di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut peristiwa itu bukan disebabkan faktor kesengajaan, melainkan adanya kelalaian teknis dalam pengelolaan dapur penyedia makanan.

Menurut Dadan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Cipongkor yang menangani menu MBG masih terbilang baru. Kurangnya pengalaman disebut sebagai salah satu faktor yang membuat standar kebersihan dan prosedur penyajian tidak dijalankan secara optimal.

“Ini murni keteledoran, bukan hal lain. Dapur yang bersangkutan masih dalam tahap belajar mengelola skala besar,” kata Dadan ketika meninjau lokasi, Selasa (23/9).

Hingga kini, lebih dari 300 siswa dari berbagai sekolah di Cipongkor mengalami gejala seperti mual, pusing, hingga muntah setelah menyantap menu MBG. Mereka sebagian besar sudah mendapat perawatan dan kondisinya mulai membaik.

Sebagai langkah antisipasi, BGN memutuskan menghentikan sementara distribusi makanan dari SPPG Cipongkor. Dadan menegaskan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar penyedia makanan sekolah benar-benar memenuhi standar keamanan dan higienitas.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan rantai distribusi. Proses memasak, penyimpanan, hingga pengiriman harus dijaga agar tidak berlangsung terlalu lama, sehingga kualitas makanan tetap aman untuk dikonsumsi anak sekolah.

Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran program MBG merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah pusat dalam meningkatkan gizi pelajar di seluruh Indonesia. Pemerintah diminta memastikan keamanan pangan agar tujuan mulia program ini tidak tercoreng oleh insiden serupa.***

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *