Korban Keracunan Siswa SMPN 1 Cisarua Terus Bertambah, Dinkes KBB Fokus Penanganan
INFO BANDUNG BARAT — Jumlah siswa SMPN 1 Cisarua yang diduga mengalami keracunan makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah hingga Selasa (14/10) malam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Lia N. Sukandar, mengonfirmasi bahwa hingga pukul 20.53 WIB, jumlah korban masih mengalami peningkatan.
“Masih fokus penanganan. Korban masih bertambah,” ujar Lia saat dimintai keterangan oleh tim Info Bandung Barat, Selasa malam.
Lia menjelaskan bahwa para siswa kini tengah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Lembang, RSJ Jawa Barat, RS Karisma Cimareme, RS Cibabat Cimahi, RS Mitra Kasih Cimahi, Klinik Advent, Puskesmas Jayagiri, dan Klinik Kasih Ibu.
Sebelumnya, puluhan siswa dilaporkan mengalami pusing dan mual usai mengonsumsi makanan MBG di sekolah sekitar pukul 11.00 WIB. Menu yang disajikan dalam program tersebut terdiri dari nasi putih, ayam blackpepper, tahu goreng, tumis wortel dan brokoli, serta buah melon.
Kepala SMPN 1 Cisarua, Agus Solihin, membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan bahwa pihak sekolah segera mengevakuasi siswa ke fasilitas kesehatan terdekat begitu gejala mulai muncul.
Hingga malam hari, Dinas Kesehatan dan kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Situasi di lapangan dilaporkan aman dan terkendali, namun tim medis tetap bersiaga di sejumlah titik penanganan.***