Terduga Korban Keracunan MBG Bertambah Jadi 89 Orang, Polisi dan Dinas Kesehatan Lakukan Penelusuran
INFO BANDUNG BARAT — Jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan makanan di SMPN 1 Cisarua bertambah menjadi 89 orang. Para siswa tersebut diketahui mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah pada Selasa (14/10) pagi.
Kepala SMPN 1 Cisarua, Agus Solihin, mengatakan gejala mulai muncul sekitar pukul 11.00 WIB. “Anak-anak mulai mengeluh pusing dan mual. Begitu laporan masuk, kami langsung melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan tenaga medis,” ujarnya.
Sebagian siswa saat ini dirawat di Klinik Kasih Ibu, sementara lainnya dibawa ke Puskesmas Cisarua untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Hingga sore hari, kondisi sebagian besar siswa dilaporkan mulai membaik, meski beberapa masih dalam observasi medis.
Dalam laporan resmi Camat Cisarua, kegiatan distribusi makanan MBG dilaksanakan oleh dapur SPPG di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Program ini menyasar 3.649 siswa dari delapan sekolah di wilayah tersebut, termasuk SMPN 1 Cisarua sebagai penerima terbanyak dengan 1.304 siswa.
Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, ayam blackpepper, tahu goreng, tumis wortel dan brokoli, serta buah melon.
Kapolsek Cisarua, Kompol A.Y. Yogaswara menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal bersama tim medis dan perangkat kecamatan. “Kami sudah melakukan pengecekan di lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat untuk menelusuri penyebabnya,” ujarnya.
Hingga sore hari, situasi di sekolah dilaporkan aman dan terkendali. Dinas Kesehatan bersama pihak kepolisian masih memeriksa proses pengolahan dan distribusi makanan untuk memastikan sumber penyebab keracunan.***