38°C
21/03/2026
Peristiwa

Kronologi Lengkap Hilangnya Dana Rp1 Miliar di SPPG Pangauban Bandung Barat

  • November 6, 2025
  • 2 min read
Kronologi Lengkap Hilangnya Dana Rp1 Miliar di SPPG Pangauban Bandung Barat

INFO BANDUNG BARAT — Kasus hilangnya dana operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai hampir Rp1 miliar di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, mulai terungkap melalui keterangan saksi dan dokumen internal.

Peristiwa tersebut terjadi pada 31 Oktober 2025 dan diketahui secara resmi pada 1 November 2025. Dana sebesar Rp999.883.600 di rekening salah satu layanan perbankan digital bank swasta atas nama lembaga dilaporkan hilang setelah terjadi dugaan penipuan melalui tautan (phishing) yang menyerupai layanan resmi bank.

Berdasarkan kesaksian yang dihimpun dari akun media sosial SPPG, peristiwa bermula saat salah satu staf bernama Cakra menginformasikan bahwa akun perbankan digital milik SPPG akan dibekukan. Ia kemudian mengarahkan agar pihak keuangan segera membuka tautan dan mengikuti instruksi yang dikirim oleh seseorang yang mengaku dari customer service bank swasta tersebut.

Seorang staf dan akuntan diminta membuka laptop untuk masuk ke sistem perbankan digital itu. Saat proses berlangsung, muncul perintah memasukkan PIN baru. Dalam kondisi panik dan terburu-buru, staf sempat dua kali salah memasukkan PIN, kemudian diarahkan untuk membuat PIN baru oleh pihak yang mengaku dari pihak bank. Tanpa disadari, proses tersebut memberi akses kepada pihak tak dikenal untuk mengambil alih akun lembaga.

Sekitar pukul 18.00 WIB, sistem perbankan digital menunjukkan transaksi keluar dalam jumlah besar. Total dana operasional sebesar Rp999.883.600 dinyatakan berpindah dari rekening lembaga ke rekening lain. Upaya untuk membatalkan transaksi atau menghubungi pihak bank malam itu tidak berhasil karena waktu operasional sudah berakhir.

Keesokan harinya, 1 November 2025 pukul 07.30 WIB, staf bernama Cakra melaporkan bahwa seluruh dana telah hilang. Pihak pengelola kemudian mendatangi kantor bank swasta yang bersangkutan, namun diberi tahu bahwa cabang belum buka. Setelah itu, laporan resmi dibuat di Polres Cimahi oleh perwakilan SPPG bersama beberapa staf.

Dari dokumen yang diperoleh, ahli gizi SPPG sempat memeriksa nomor telepon yang menghubungi mereka menggunakan aplikasi pendeteksi nomor telepon dan menemukan bahwa nomor tersebut tidak terdaftar sebagai kontak resmi bank tersebut serta ditandai sebagai “nomor tidak dikenal”. Dugaan kuat bahwa peristiwa ini merupakan tindakan penipuan siber yang memanfaatkan kelengahan pengelola dana publik.

Sampai berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak bank terkait hasil penyelidikan. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan pengelola program MBG masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian untuk memastikan penyebab serta pihak yang bertanggung jawab.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena dana yang hilang merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa di delapan sekolah penerima manfaat di wilayah Batujajar dan sekitarnya.***

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *