38°C
21/03/2026
Berita Daerah Peristiwa

Pencarian Korban Longsor Masih Berlangsung, Jumlah Pengungsi di KBB Terus Bertambah

  • Januari 27, 2026
  • 2 min read
Pencarian Korban Longsor Masih Berlangsung, Jumlah Pengungsi di KBB Terus Bertambah

INFO BANDUNG BARAT — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan proses pencarian korban longsor masih terus dilakukan hingga hari ini. Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya serta memastikan keselamatan warga terdampak.

“Pertama tentu kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, tetap fokus pada pencarian korban yang sampai sekarang masih belum diketahui,” ujar Asep Ismail saat ditemui di lokasi posko pengungsian, Selasa (27/1/2026).

Selain pencarian korban, Pemkab Bandung Barat juga memprioritaskan penanganan warga terdampak yang kini mengungsi di sejumlah posko. Asep menjelaskan, jumlah pengungsi mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

“Awalnya di hari-hari pertama sekitar 115 orang. Sekarang bertambah menjadi sekitar 550 orang yang ditampung di posko ini,” katanya.

Menurut Asep, jumlah pengungsi bersifat fluktuatif karena sebagian warga masih beraktivitas di siang hari dan kembali ke posko pada sore atau malam hari. Bahkan, pada hari sebelumnya jumlah pengungsi sempat mencapai 950 orang.

“Siang ini terakhir dicek sekitar 550 orang, karena sebagian masih bekerja. Nanti malam kemungkinan bertambah lagi,” jelasnya.

Dalam upaya penanganan bencana, Pemkab Bandung Barat terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan para relawan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan para relawan yang luar biasa membantu proses pencarian dan penanganan bencana ini,” ujar Asep.

Terkait kondisi wilayah terdampak, Asep menegaskan bahwa pemerintah masih menunggu hasil kajian dari Badan Geologi sebelum mengambil keputusan lanjutan, terutama terkait penempatan kembali warga.

“Kami menunggu pengkajian dari Badan Geologi. Setelah itu akan kami rapatkan bersama dinas terkait. Ini harus betul-betul dikaji agar tidak salah menempatkan warga ke depannya,” tegasnya.

Untuk sementara, warga yang tinggal di area terdampak longsor diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, penentuan radius aman masih menunggu hasil kajian resmi.

“Wilayah yang sudah terkena longsor jelas tidak diperbolehkan untuk ditempati. Soal radius aman, itu kembali lagi menunggu hasil kajian, baik di sekitar lokasi longsor maupun wilayah terdampak lain,” katanya.

Asep juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini jumlah korban yang telah ditemukan dalam kondisi tertimbun material longsor sebanyak 34 orang.

“Yang jelas-jelas sudah ditemukan dan tertimbun ada 34 korban,” ungkapnya.

Sebagian warga yang datang ke posko, lanjut Asep, merupakan warga yang merasa khawatir dengan kondisi lingkungan sekitar meski rumah mereka tidak langsung terdampak longsor.

“Siang hari mereka bekerja, sore atau malam pulang ke posko karena khawatir kondisi wilayahnya,” tutup Asep.***

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *