Perpustakaan Daerah KBB Perkuat Layanan Eksistensi dan Literasi Keliling
INFO BANDUNG BARAT–Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat (Disarpus KBB) terus memperluas layanan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Berlokasi di Gedung A lantai dasar Komplek Pemkab Bandung Barat, perpustakaan ini terus meningkatkan berbagai layanan, mulai dari ekstensi, pinjam pakai buku, hingga literasi keliling dengan mobil dan motor pustaka yang dinamai Perpustakaan Keliling Sekolah (Pukis) dan Motor Keliling (Moling).

Hal itu disampaikan M. Risyad Johari, S.E., Pustakawan Ahli Madya Disarpus KBB, saat ditemui tim Info Bandung Barat pada Jumat (22/8/2025).
“Perpustakaan itu tempat belajar sepanjang hayat. Siapa pun boleh membaca, tanpa membedakan ras atau golongan. Namun, untuk peminjaman buku ada prosedur tertentu, khususnya bagi warga KBB. Bagi yang bukan warga KBB, bisa tetap meminjam dengan syarat menunjukkan surat keterangan bekerja di wilayah ini,” jelas Risyad.
Koleksi buku yang tersedia mencakup seluruh subjek, mulai dari umum, psikologi, agama, ilmu sosial, sejarah, hingga sains. Meski demikian, novel populer tetap menjadi bacaan paling diminati pengunjung.

“Kami juga memiliki program pinjam pakai, biasanya dimanfaatkan sekolah-sekolah yang membutuhkan buku pelajaran maupun buku umum. Satu institusi bisa meminjam 100 buku dengan jangka waktu satu tahun, namun bisa ditukar lebih cepat jika dibutuhkan,” ujarnya.
Selain program pinjam pakai, perpustakaan juga pernah menerima hibah dari Perpustakaan Nasional. Jumlahnya mencapai ribuan eksemplar.
“Kalau hibah terakhir ada di tahun 2023, jumlahnya bisa sampai 10.000 buku. Itu tergantung program yang berjalan,” ungkapnya.
Tantangan Literasi di Bandung Barat
Tantangan peningkatan literasi di KBB cukup besar. Rendahnya tingkat kunjungan dan luasnya wilayah menjadi kendala utama.
“Bahkan, masih banyak masyarakat yang belum tahu kalau kita punya perpustakaan daerah. Makanya, kami lebih kuat di layanan ekstensi, yaitu jemput bola dengan literasi keliling,” tutur Risyad.
Saat ini, Disarpus KBB memiliki dua mobil pustaka dan dua motor pustaka. Meski jumlahnya terbatas, pihaknya terus berupaya memperluas jangkauan.

“Kami sudah mengajukan penambahan sarana ke Perpusnas. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” kata Risyad.
Untuk mengatasi keterbatasan, Disarpus KBB aktif berkolaborasi dengan sekolah, dinas, hingga Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Kerja sama dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti literasi visual, read aloud, storytelling, hingga sesi motivasi.
“Kalau sekolah butuh kegiatan literasi, tapi koleksi buku mereka terbatas, kita hadir di situ. Kita kolaborasi lewat MoU, sehingga gerakan literasi sekolah bisa lebih hidup,” ujarnya.
Ke depan, Disarpus KBB juga tengah menyiapkan program inovatif bernama Barakatak (Barata ka Perpustakaan), yaitu wisata literasi edukatif untuk anak-anak.
“Misalnya anak-anak diajak jalan-jalan dengan bus, lalu berhenti di titik tertentu seperti kantor bupati atau tempat bersejarah. Di sana mereka mendapat cerita, motivasi, sekaligus pengalaman membaca yang menyenangkan,” jelas Risyad.
“Kami berusaha hadir di tengah keterbatasan, agar budaya membaca bisa terus tumbuh di Bandung Barat,” pungkasnya. Diskominfotik KBB.