38°C
16/01/2026
Sejarah

Pesantren Tertua di Bandung Barat: Jejak Panjang Pendidikan Islam

  • Januari 13, 2026
  • 2 min read
Pesantren Tertua di Bandung Barat: Jejak Panjang Pendidikan Islam

INFO BANDUNG BARAT — Kabupaten Bandung Barat memiliki tradisi pendidikan Islam yang kuat, salah satunya melalui pondok pesantren yang tidak hanya menjadi pusat pengajaran agama, tetapi juga pembentukan karakter santri. Beberapa pesantren tertua di wilayah ini telah berdiri sejak era kolonial hingga pertengahan abad ke-20, membuktikan peran penting mereka dalam sejarah pendidikan dan dakwah Islam.

Pondok Pesantren Al-Mashduqiyah Cibalok, Cipongkor (1895)

Pondok Pesantren Al-Mashduqiyah, yang dikenal sebagai Pesantren Cibalok, didirikan pada tahun 1895 M oleh KH Mashduqi (Mama Sepuh). Dengan sistem pendidikan salafiyah dan pengkajian kitab kuning, pesantren ini menjadi salah satu pesantren tertua di Bandung Barat. Hingga kini, Al-Mashduqiyah masih aktif sebagai pusat pendidikan dan dakwah Islam, sekaligus menjaga warisan sejarah perjuangannya sejak masa kolonial hingga awal kemerdekaan.

Pondok Pesantren Al-Bidayah Cangkorah, Batujajar (1907)

Pesantren Al-Bidayah dirintis pada tahun 1907 oleh KH Muhammad Asy’arie. Awalnya, kegiatan pendidikan berlangsung di sebuah masjid sederhana dan rumah kediaman kiai. Di bawah kepemimpinan KH Muhammad Sirodj, pesantren ini mengalami perkembangan signifikan dengan memadukan pendidikan pesantren dan pendidikan formal.

Pondok Pesantren Sukamanah Cibitung, Rongga (1908)

Didirikan oleh KH Muhammad Ilyas yang dikenal sebagai Mama Cibitung pada tahun 1908, Pesantren Sukamanah berlokasi di Kampung Sukamanah, Desa Cibitung, Kecamatan Rongga. Hingga saat ini, pesantren tersebut tetap mempertahankan tradisi pendidikan Islam salafiyah dan menjadi rujukan keilmuan agama di wilayahnya.

Pondok Pesantren Al-Fatah Gununghalu (1960)

Pondok Pesantren Al-Fatah merupakan pesantren tertua di wilayah Gununghalu yang didirikan pada tahun 1960. Selain mengkaji kitab kuning, pesantren ini juga mengembangkan program tahfiz Al-Qur’an.

Pondok Pesantren Al-Mubin Cililin (1962)

Dirintis sejak tahun 1962 oleh KH Usman Sudirman, Pesantren Al-Mubin tetap mempertahankan ciri khas pesantren tradisional. Pendidikan yang diberikan tidak hanya menekankan penguasaan ilmu agama, tetapi juga pembentukan kepekaan sosial santri.

Pondok Pesantren Babussalam Sindangkerta (1968)

Pesantren Babussalam didirikan pada tahun 1968 oleh KH Muhammad Zainul Akhyar, seorang ulama kharismatik asal Sindangkerta. Pesantren ini dikenal sebagai pusat penjagaan tradisi keilmuan pesantren, khususnya dalam pengkajian hadis.

Pondok Pesantren Darul Falah Cihampelas (1970)

Pondok Pesantren Darul Falah berdiri pada tahun 1970 M atas prakarsa KH Asep Burhanuddin. Berawal sebagai pesantren salafi tradisional, Darul Falah kemudian berkembang dengan mendirikan berbagai lembaga pendidikan formal tanpa meninggalkan identitas pesantrennya.

Pesantren-pesantren tertua di Bandung Barat merupakan pilar penting dalam sejarah pendidikan Islam di wilayah ini. Keberadaannya tidak hanya merekam perjalanan keilmuan dan dakwah, tetapi juga menunjukkan kemampuan pesantren untuk beradaptasi dengan perubahan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.***

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *