Raffi Ahmad Tegaskan Solidaritas Nasional dan Dukungan Pasca-Bencana di Bandung Barat
INFO BANDUNG BARAT — Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menegaskan pentingnya solidaritas nasional dalam penanganan bencana alam yang melanda Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan kepada awak media usai meninjau lokasi terdampak bencana pada Sabtu (31/1/2026).
Raffi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang sejak awal telah memberikan dukungan, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga sektor swasta. Ia secara khusus menyebut peran UKP, serta kontribusi bantuan logistik dan dana yang telah disalurkan untuk para korban.
“Sejak awal bencana, bantuan sudah diberikan, mulai dari sembako hingga bantuan dana. Untuk tahap pascabencana, kebutuhan mendesak saat ini adalah penyediaan air bersih, khususnya melalui pembangunan sumur bor, karena sejumlah warga yang sudah kembali ke rumah di zona kuning masih mengalami kesulitan air,” ujar Raffi.
Ia menambahkan, dukungan lanjutan untuk pembangunan sumur bor telah dikomunikasikan dan akan kembali disupport guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Lebih lanjut, Raffi menekankan bahwa dalam situasi bencana, nilai kemanusiaan harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, penanganan bencana tidak boleh dibatasi oleh sekat wilayah maupun kepentingan tertentu.
“Dalam kondisi seperti ini, atas nama kemanusiaan, semua harus bersatu. Pemerintah pusat, daerah, masyarakat, hingga swasta yang memiliki rezeki lebih, mari turun bersama. Ini bukan soal aku, kamu, atau mereka, tapi soal kita semua,” tegasnya.
Raffi juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan berbagai kementerian dan lembaga untuk bergerak cepat dan bersinergi. Sejumlah pejabat pusat, termasuk Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri, serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian PUPR, telah turun langsung ke lokasi terdampak.
Selain penanganan darurat, perhatian juga diarahkan pada langkah jangka panjang, seperti rehabilitasi lingkungan dan rencana hunian sementara bagi warga terdampak. Raffi menyebut, upaya penghijauan kembali kawasan terdampak bencana menjadi salah satu rekomendasi penting guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Raffi turut menyoroti pentingnya penguatan mental masyarakat korban bencana. Ia mengajak semua pihak untuk hadir tidak hanya dengan bantuan materi, tetapi juga dukungan moral dan empati.
“Bencana adalah takdir, tidak ada yang bisa menolak. Yang paling utama sekarang adalah menguatkan mental masyarakat dan keluarga korban. Berat memang, tapi kita harus ikhlas dan saling menguatkan,” katanya.
Ia menutup keterangannya dengan ajakan agar semangat gotong royong terus dijaga, seraya mengingatkan bahwa setiap bencana di mana pun di Indonesia adalah tanggung jawab bersama seluruh bangsa.
“Bukan warga Bandung Barat dibantu oleh Bandung Barat saja, tapi oleh satu Indonesia. Setiap ada bencana di Aceh, di Jawa, di mana pun, satu Indonesia harus hadir,” pungkas Raffi.***