38°C
28/08/2025
Budaya

Ratu Rama Resi: Trilogi Kepemimpinan Orang Sunda

  • Agustus 28, 2025
  • 2 min read
Ratu Rama Resi: Trilogi Kepemimpinan Orang Sunda

INFO BANDUNG BARAT–Kepemimpinan dalam budaya Sunda sejak masa silam tidak hanya dipandang sebagai urusan politik dan kekuasaan semata, melainkan juga bagian dari harmoni kehidupan. Konsep Ratu, Rama, dan Resi menjadi gambaran ideal seorang pemimpin dalam pandangan orang Sunda.

Ratu: Penjaga Tatanan Nagara

Seorang ratu bukan hanya penguasa, tetapi pelindung rakyat dan penegak hukum. Dalam naskah kuno, ratu dipandang sebagai simbol wibawa dan ketegasan. Ia bertugas menjaga keutuhan nagara sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat. Menurut Carita Parahyangan, kepemimpinan raja Sunda harus diukur dari kemampuannya melindungi rakyat dari ancaman, baik dari luar maupun dari dalam.

Rama: Wujud Kasih Sayang Bagi Rakyat

Konsep rama menggambarkan sisi kepemimpinan yang penuh kasih, seperti peran seorang ayah terhadap anak-anaknya. Pemimpin dituntut mampu memberi perhatian, membimbing, serta melindungi masyarakat agar merasa aman dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tradisi Sunda, pemimpin yang disebut sebagai rama harus menghadirkan keteduhan, bukan ketakutan. Sebuah jurnal mencatat bahwa model kepemimpinan paternalistik ini erat kaitannya dengan pandangan masyarakat agraris Sunda yang menekankan kebersamaan.

Resi: Penuntun Spiritual dan Moral

Resi melambangkan sisi rohaniah pemimpin. Ia bukan hanya ahli dalam tata kelola duniawi, tetapi juga pembimbing moral masyarakat. Peran resi erat kaitannya dengan pengetahuan, kebijaksanaan, dan kemampuan menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam. Dalam Sejarah Sunda Kuna (1995), resi menjadi figur penting yang memastikan bahwa kebijakan seorang pemimpin tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai etika dan spiritual.

Tri Tangtu Sunda: Harmoni dalam Kepemimpinan

Ketiga konsep tersebut berpadu dalam sebuah ajaran yang dikenal sebagai Tri Tangtu, yakni perpaduan antara ratu, rama, dan resi. Seorang pemimpin dianggap sempurna apabila mampu menyatukan ketegasan ratu, kasih rama, dan kebijaksanaan resi. Harmoni inilah yang menjadi landasan masyarakat Sunda dalam menilai kualitas seorang pemimpin.

Relevansi di Masa Kini

Meskipun lahir dari naskah-naskah kuna, nilai-nilai kepemimpinan Sunda masih relevan hingga saat ini. Seorang pemimpin di era modern tetap dituntut memiliki ketegasan dalam menjaga hukum, kasih sayang kepada rakyat, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Jika ketiganya dapat berpadu, kepemimpinan tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga menumbuhkan rasa keadilan, kesejahteraan, dan harmoni dengan lingkungan.***

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *