Ibu Muda Asal Padalarang Diduga Menjadi Korban Rampok dan Penyekapan
INFO BANDUNG BARAT — Nasib malang menimpa seorang ibu muda berinisial NS (30), warga Kampung Cikadu, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Ia diduga menjadi korban perampokan dan penyekapan pasca mengambil uang dari salah satu bank di kawasan Cihaliwung, Padalarang, pada Minggu (21/7/2024).
Kronologi Kejadian dan Dugaan Pembiusan
Berdasarkan kesaksian korban, insiden bermula saat dirinya selesai mengambil uang di bank yang rencananya akan digunakan untuk membeli seragam sekolah anaknya. Tiba-tiba, NS dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil oleh orang tidak dikenal.
Di dalam kendaraan tersebut, seluruh barang berharga milik korban, mulai dari uang tunai, kartu ATM, hingga telepon genggam, raib digondol pelaku. NS mengaku tidak mengingat jelas detail perjalanan karena diduga kuat berada di bawah pengaruh obat bius yang diberikan oleh pelaku.
Korban baru sadar setelah diturunkan di kawasan Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, dalam kondisi wajah mengalami luka memar.
Berdasarkan keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Kanit Intel Cugenang yang disampaikan oleh Kepala Desa Ciburuy, Firmansyah, korban memang disekap dan dibius sepanjang perjalanan dari Padalarang hingga Cianjur.
“Dia disekap langsung dibius. Sampai akhirnya diturunkan di wilayah Cirumput, Cugenang,” ujar pria yang akrab disapa Firman tersebut.
Alami Luka Memar Akibat Melawan Pelaku
Selain menjadi korban perampokan, NS juga diduga mengalami tindakan kekerasan fisik. Firman menyebutkan bahwa luka memar di wajah korban terjadi karena NS melakukan perlawanan ketika pelaku mencoba melakukan pelecehan seksual.
“Kenapa wajahnya memar, karena dia melawan saat mau diperkosa. Kata si korban begitu,” tambah Firman.
Melihat kondisi korban, pemerintah daerah Cugenang segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Setelah dimintai keterangan awal, pihak berwenang langsung membawa NS ke RSUD Cianjur untuk menjalani visum medis.
Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan memburu para pelaku. Proses penggalian informasi sempat terhambat karena kondisi psikologis korban yang masih terguncang.
“Kemarin pihak Kanit Intel ketika BAP pun belum berani bertanya terlalu banyak karena korban masih shock,” jelas Firman.
Di sisi lain, Firman juga menyayangkan gaduhnya pemberitaan di media sosial. Hal ini terjadi setelah video kesaksian NS yang direkam oleh warga sekitar saat menemukannya di Cianjur tersebar luas tanpa menyamarkan wajah maupun identitas jelas korban.