INFO BANDUNG BARAT — Sebagai pengguna transportasi umum, penulis kerap memesan layanan ojek online seperti Grab. Namun belakangan, muncul fitur baru dalam aplikasi “Share My Ride” yang meminta pengguna mengaktifkan tombol darurat, rekaman audio, dan verifikasi wajah sebelum melakukan perjalanan. Alih-alih menenangkan, fitur ini justru memunculkan rasa takut.
Bagi banyak perempuan, fitur tersebut bukan sekadar teknologi keamanan, melainkan pengingat bahwa dunia di luar sana memang belum sepenuhnya aman. Normalisasi kewaspadaan ini berangkat dari pengalaman nyata, bukan ketakutan yang berlebihan.
Selama bertahun-tahun, perempuan telah terbiasa melakukan berbagai langkah preventif ketika naik kendaraan umum: mengirim titik lokasi secara real time ke kerabat, mencatat nomor kendaraan, berpura-pura menelepon seseorang, hingga membuka peta sepanjang perjalanan. Semua itu adalah bentuk perlindungan diri dari risiko yang bisa muncul kapan saja, karena kesempatan adalah celah yang sering dimanfaatkan pelaku.
Trauma kolektif ini punya dasar kuat. Survei Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) mencatat empat dari lima perempuan di Indonesia pernah mengalami pelecehan seksual di ruang publik. Transportasi umum, termasuk layanan transportasi online, menjadi salah satu lokasi yang paling sering disebut.
Kasus yang viral pada 2024 mempertegas kekhawatiran ini. Seorang pengemudi ojek online diduga memeras penumpang perempuan hingga Rp100 juta, disertai ancaman akan membuang korban ke sungai. Korban berhasil selamat setelah nekat melompat keluar dari mobil yang sedang melaju di jalan tol. Kejadian ekstrem seperti ini memang jarang, namun satu kasus saja sudah cukup untuk menghancurkan rasa percaya.
Mayoritas perjalanan dengan transportasi umum sebenarnya berlangsung aman. Namun rasa aman adalah sesuatu yang rapuh bagi perempuan. Fitur seperti “Share My Ride” hadir bukan hanya sebagai alat perlindungan, tetapi juga sebagai refleksi bahwa sistem keamanan terbesar yang dibutuhkan perempuan bukan sekadar teknologi, melainkan lingkungan sosial yang benar-benar aman.***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah