38°C
21/03/2026
Berita Daerah Peristiwa

Siswi SMKN 1 Cihampelas Meninggal Dunia, Plt Kadinkes: “Investigasi Tak Mengarah ke Keracunan MBG”

  • Oktober 1, 2025
  • 2 min read
Siswi SMKN 1 Cihampelas Meninggal Dunia, Plt Kadinkes: “Investigasi Tak Mengarah ke Keracunan MBG”

INFO BANDUNG BARAT–Warga Bandung Barat digemparkan dengan kabar bahwa seorang siswi kelas 12 SMKN 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, meninggal dunia dengan gejala yang diduga mirip keracunan pada Selasa (30/9/2025).

Sebelumnya, kabar tersebut masih simpang siur di kalangan masyarakat terkait penyebab kematian siswi itu.

Tim Info Bandung Barat menghubungi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, dr. Lia N. Sukandar, M.M.Kes., untuk melakukan konfirmasi.

Ia menegaskan bahwa almarhumah memang terdaftar di sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cihampelas, yakni SMKN 1 Cihampelas.

Namun, berbeda dengan teman-temannya yang mengalami gejala dan mendapat penanganan medis di posko maupun rumah sakit, almarhumah sama sekali tidak menunjukkan gejala keracunan serta tidak tercatat menjalani perawatan.

“Dengan demikian, data almarhumah tidak termasuk ke dalam daftar korban keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa di wilayah tersebut,” kata dr. Lia kepada Tim Info Bandung Barat.

Sementara itu, keterangan dari Kapolsek Cililin, AKP DMS Andriani Sapin, membenarkan adanya siswi yang meninggal dunia, namun tidak berkaitan dengan kejadian keracunan massal di Kecamatan Cihampelas, Rabu (24/9/2025).

“Kami mencoba penelusuran dan bertanya kepada pihak rumah sakit untuk memastikan apakah almarhum terdaftar atau tercatat sebagai pasien penerima perawatan saat itu, namun tidak ada atas nama siswi tersebut,” kata AKP Andri saat dihubungi Info Bandung Barat.

Camat Cihampelas, Agus Rudianto, mengatakan kronologi awal bermula saat almarhum mengalami gejala mual setelah pulang sekolah pada Senin (29/9/2025).

“Jadi ini kata keluarganya, Senin masih sekolah. Tidak ada tanda-tanda sakit, baru pada malamnya dia mengeluh sakit kepala, begitu katanya,” ujar Agus, dikutip Info Bandung Barat dari Detikcom.

Keluarga lalu memberikan obat masuk angin kepada yang bersangkutan. Almarhum sempat membaik dan keesokan harinya kembali masuk sekolah.

Namun, saat pulang sekolah, adik laki-laki almarhum melihat kakaknya dalam kondisi mata terbelalak dan mulut berbusa. Keluarga kemudian membawa almarhum ke bidan terdekat, lalu dirujuk ke RSUD Cililin untuk penanganan lebih lanjut. Namun nyawanya tak tertolong.

“Meninggalnya katanya di ambulans waktu mau dibawa ke RSUD Cililin. Informasinya sudah dimakamkan kemarin,” kata Agus.

Hingga saat ini, penyebab meninggalnya almarhum belum dapat dipastikan. Meski meninggalkan duka yang mendalam, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada takdir dan menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah.

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *