38°C
25/08/2026
Peristiwa

Debat Perdana Pilkada KBB Diwarnai Kendala Teknis, Hengki Kurniawan: Pesan Konsep Kami Tidak Sampai ke Masyarakat

  • Oktober 30, 2024
  • 2 min read
Debat Perdana Pilkada KBB Diwarnai Kendala Teknis, Hengki Kurniawan: Pesan Konsep Kami Tidak Sampai ke Masyarakat

INFO BANDUNG BARAT Pelaksanaan debat perdana pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (29/10/2024) diwarnai berbagai kendala teknis yang menghambat jalannya acara. Gangguan tersebut dinilai mengganggu konsentrasi para peserta debat, terutama pasangan calon nomor urut 3, Hengki Kurniawan dan Ade Sudrajat.

Salah satu kendala signifikan terjadi saat Hengki Kurniawan sedang memaparkan jawaban atas pertanyaan panelis terkait optimalisasi potensi perikanan di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Siaran langsung yang ditayangkan melalui stasiun televisi dan kanal YouTube KPU Kabupaten Bandung Barat mengalami gangguan teknis yang menyebabkan tayangan terputus (blank). Akibatnya, pemaparan konsep yang disampaikan tidak tersampaikan secara utuh kepada masyarakat.

“Dapat kabar dari beberapa teman kalau di televisi sempat blank. Artinya, apa yang kita sampaikan tentang konsep perikanan tadi tidak sampai pesannya ke masyarakat,” ujar Hengki saat ditemui awak media seusai debat.

Masalah Teknis Berulang

Hengki menjelaskan bahwa dalam sesi tersebut, dirinya berencana memaparkan strategi pembangunan ekonomi perikanan dengan memanfaatkan sistem Keramba Jaring Apung (KJA). Ia menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang tetap menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang, termasuk penggunaan bahan kimia yang bijak dalam budi daya perikanan.

Selain gangguan siaran, perangkat pendukung debat lainnya juga mengalami masalah. Mikrofon yang digunakan pasangan calon nomor urut 3 sempat tidak berfungsi dengan baik, sehingga suara yang dihasilkan terdengar kurang jelas saat mereka menyampaikan sanggahan maupun jawaban.

Hengki berharap pihak KPU melakukan evaluasi menyeluruh agar kendala teknis serupa tidak terulang pada debat putaran kedua. Ia menekankan bahwa debat merupakan momen krusial bagi setiap pasangan calon untuk menyampaikan program kerja kepada masyarakat secara optimal.

“Mudah-mudahan ke depan lebih baik. Mudah-mudahan ini menjadi evaluasi bagi penyelenggara. Tadi teman kita di nomor urut 4 juga sempat mempermasalahkan mekanisme pengambilan pertanyaan yang terlihat kurang dinamis. Semoga debat berikutnya lebih baik dan profesional,” pungkas Hengki.

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *