Pohon Tumbang di Cipatat Mengakibatkan Seorang Pemotor Meninggal Dunia
INFO BANDUNG BARAT — Sebuah pohon berukuran besar tumbang di ruas Jalan Raya Padalarang-Purwakarta, tepatnya di Kampung Sasaksaat RT 02 RW 04, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (20/11/2024). Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB tersebut menimpa seorang pengendara sepeda motor berinisial SP (25) yang tengah melintas.
Korban yang merupakan warga Kampung Sasakbesi, Desa Cipeundeuy, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami pendarahan hebat pada bagian kepala setelah tertimpa material pohon.
Penjelasan Pihak BPBD dan Kronologi Kejadian
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Meidi, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat korban sedang dalam perjalanan.
“Pengendara melaju dari arah Padalarang menuju Purwakarta. Setibanya di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB, pohon yang berada di tepi jalan tiba-tiba tumbang dan menimpa korban,” ujar Meidi saat memberikan keterangan mengenai kronologi peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil asesmen tim kebencanaan di lapangan, tumbangnya pohon dipicu oleh kondisi tanah yang tidak stabil akibat rembesan air hujan. Kondisi tanah yang terkikis membuat struktur perakaran pohon tidak lagi mampu menahan beban berat, sehingga pohon tersebut roboh dan sempat menutup akses badan jalan.
Tindakan Evakuasi dan Penanganan Pihak Kepolisian
Kapolsek Cipatat, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Iwan Setiawan, turut membenarkan adanya musibah tersebut. Pihaknya segera mengerahkan personel untuk mengevakuasi korban dan mengamankan jalur lalu lintas di lokasi kejadian.
“Saat ini anggota kami sudah berada di rumah duka. Korban usai dievakuasi langsung dibawa ke rumah duka,” kata Iwan.
Saat ini, pihak kepolisian bersama petugas terkait telah merampungkan pembersihan material pohon yang menutupi badan jalan agar arus lalu lintas kembali normal. Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan bencana, terutama ketika kondisi cuaca ekstrem tengah berlangsung di wilayah Bandung Barat.