Bus Madona, Primadona Bandung Barat yang Mulai Sirna
INFO BANDUNG BARAT — Siapa yang tidak mengenal Bus Madona? Warga Bandung Barat tentu sudah akrab dengan transportasi primadona ini. Bus Madona merupakan angkutan antarkota pertama di Kabupaten Bandung Barat yang sejak lama menjadi pionir transportasi bagi penumpang dari wilayah pegunungan selatan.
Sejak tahun 1990-an, bus transportasi massal ini melayani sejumlah rute utama seperti Sindangkerta–Leuwipanjang, Cijenuk–Ciroyom, dan Cijenuk–Leuwipanjang. Masa tersebut disebut-sebut sebagai era kejayaan Bus Madona. Pada saat itu kendaraan pribadi belum sebanyak sekarang, sehingga Bus Madona menjadi moda transportasi utama bagi masyarakat yang ingin bepergian dari Sindangkerta atau Cijenuk menuju Kota Bandung. Selain mudah dijangkau, tarifnya pun terbilang murah dan ramah di kantong.
Pada puncaknya, Bus Madona lalu-lalang setiap 10 menit di Jalan Raya Sindangkerta–Bandung. Total armadanya mencapai 46 unit, dengan rincian 28 armada jurusan Sindangkerta–Leuwipanjang, 11 armada Cijenuk–Ciroyom, dan 7 armada Cijenuk–Leuwipanjang.
Kenangan Generasi 2000-an dengan Bus Madona
Generasi Z pun masih cukup familiar dengan bus ini. Penulis sendiri memiliki banyak kenangan sejak masih SD. Setiap mudik ke Jakarta setahun sekali, Bus Madona selalu menjadi kendaraan awal yang membawa penulis dan orang tua menuju Bandung. Pulangnya pun sama—pasti naik Madona. Tarifnya dulu sekitar Rp15.000, dan itu tergolong murah untuk jarak perjalanan sejauh itu.
Namun, ketika penulis mulai kuliah pada 2020, Bus Madona sudah jarang terlihat. Selama empat tahun pulang-pergi Sindangkerta–Cibiru, penulis hampir tidak pernah lagi naik Madona. Sesekali memang terlihat di Terminal Sindangkerta, tetapi kabarnya kini bus tersebut hanya beroperasi pada jam-jam tertentu. Dari tahun ke tahun, bus-bus lamanya tampak semakin uzur.
Transformasi Bus Madona pada 2023
Kabar baiknya, pada 2023 Bus Madona mengalami transformasi besar. Armada tuanya mulai digantikan dengan kendaraan baru yang jauh lebih nyaman. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Fauzan Azima, mengatakan bahwa Bus Madona kini dioperasikan sebagai armada baru yang dilengkapi kursi lebih nyaman serta AC. Bus ini juga dilengkapi CCTV yang dapat dipantau langsung melalui ponsel, serta fitur Automatic Traffic Control System (ATCS) yang terhubung dengan kantor Dishub KBB.
Saat ini terdapat lima unit Bus Madona baru untuk rute Sindangkerta–Leuwipanjang. Bus ini juga dipersiapkan untuk mengangkut penumpang dari Stasiun Kereta Cepat Padalarang, dengan trayek Sindangkerta–Padalarang yang melewati Batujajar, Cihampelas, dan Cililin sebelum berakhir di Terminal Sindangkerta.
Harapannya, transportasi umum ini kembali banyak digunakan, bukan hanya sebagai sarana bepergian, tetapi juga sebagai cara menjaga kisah panjang perjalanan Bus Madona yang tetap bertahan di tengah berbagai tantangan.
Bagi penulis, sebagai salah satu penggemar transportasi umum, bepergian dengan moda ini adalah cara menikmati perjalanan secara perlahan. Setiap perjalanan menjadi lebih bermakna karena selalu ada hal-hal sederhana yang dapat ditemukan—hal-hal yang kerap terlewat ketika kita terlalu terburu-buru.***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah