38°C
22/03/2026
Berita Daerah Peristiwa

Sejumlah Jalan Putus di Bandung Barat Mulai Dibuka, Akses Masih Terbatas

  • Desember 13, 2025
  • 2 min read
Sejumlah Jalan Putus di Bandung Barat Mulai Dibuka, Akses Masih Terbatas

INFO BANDUNG BARAT— Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bandung Barat yang terdampak longsor dan pergerakan tanah, masing-masing di wilayah Mukapayung, Nanggerang, dan Karyamukti, mulai dapat diakses kembali. Namun, akses tersebut masih terbatas dan baru bisa dilalui kendaraan roda dua.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin, mengatakan kerusakan jalan terjadi di beberapa titik berbeda. Salah satunya berada di jalur penghubung Mukapayung dan Nanggerang yang mengalami amblas cukup parah.

“Amblasnya hampir lima meter dengan panjang kerusakan sekitar 10 meter. Alhamdulillah sekarang sudah bisa dibuka untuk kendaraan roda dua, tapi roda empat belum bisa melintas,” ujar Asep.

Penanganan darurat di jalur Mukapayung–Nanggerang dilakukan oleh Dinas PUPR bersama pemerintah desa, BPD, serta masyarakat setempat agar mobilitas warga tetap berjalan.

Kejadian berbeda juga terjadi di wilayah Desa Karyamukti. Pada Kamis (4/12/2025) malam, akses jalan di desa tersebut sempat terputus total selama satu hari satu malam sehingga warga tidak bisa melintas menuju Kabupaten Bandung. BPBD bersama Dinas PUPR kemudian menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor.

“Pada hari Sabtu alat berat sudah diturunkan dan Alhamdulillah akses dari Nanggerang–Karyamukti ke arah Kabupaten Bandung sudah bisa dilalui kembali,” kata Asep.

Selain kerusakan jalan, BPBD Kabupaten Bandung Barat juga mencatat adanya pergerakan tanah di sejumlah wilayah lain, di antaranya Desa Sukamanah dan Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor. Di Desa Cintaasih, pergerakan tanah terjadi di dua kampung, salah satunya Kampung Cilame, dengan jumlah terdampak hampir 50 kepala keluarga.

Menurut Asep, warga terdampak tidak menetap di lokasi rawan. Saat hujan turun, mereka memilih mengungsi ke rumah kerabat, dan kembali ketika kondisi dinilai aman.

“Pergerakan tanah ini sulit diprediksi. Berdasarkan informasi warga, sudah terjadi sejak 2014,” ujarnya.

Kondisi wilayah yang curam dan berada di kawasan kebun membuat potensi ancaman terhadap keselamatan warga masih cukup tinggi. Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan sandang dan pangan kepada warga terdampak di Desa Cintaasih.

Untuk solusi jangka panjang, BPBD mendorong relokasi mandiri seperti yang telah dilakukan di Desa Sukamana, di mana pemerintah desa menyediakan lahan bagi warga yang ingin pindah dari zona rawan bencana.

“Relokasi memang menjadi solusi terbaik. Namun jika dilakukan oleh pemerintah, prosesnya cukup panjang karena harus melalui tahapan penyediaan lahan dan penganggaran,” pungkasnya.

BPBD Kabupaten Bandung Barat memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan mendampingi masyarakat di wilayah rawan bencana, mengingat potensi kejadian serupa masih dapat terjadi di masa mendatang.***


Sumber berita: BPBD KBB

Penulis & Editor: Ayu Diah Nur’azizah

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *