Menolak Lupa: Melodi Ceria Masa Kecil lewat Lagu Anak Legendaris
INFO BANDUNG BARAT — Bagi sebagian orang, masa kecil di era 1990-an menghadirkan kenangan tentang kehidupan yang terasa lebih sederhana. Belum ada gawai canggih atau media sosial yang menyita perhatian, sementara hari-hari diisi dengan bermain, belajar, dan tawa tanpa beban. Salah satu elemen yang lekat dengan masa itu adalah lagu-lagu anak yang menemani keseharian.
Lagu anak hadir hampir di setiap momen, mulai dari pagi hingga malam hari. Lagu-lagu tersebut menjadi latar suara saat bermain, belajar, hingga menjelang tidur. Tanpa disadari, musik anak turut membentuk ingatan kolektif dan kenangan manis yang masih diingat hingga kini.
Di antara deretan lagu anak era 1990-an, “Bolo-Bolo” yang dipopulerkan Tina Toon menjadi salah satu yang paling ikonik. Dengan gerakan leher khas dan lirik sederhana, lagu ini mudah melekat di ingatan dan menghadirkan suasana ceria, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga orang dewasa yang mendengarnya kembali.
Lagu “Air” yang dinyanyikan Joshua Suherman, atau lebih dikenal dengan sebutan “Diobok-Obok”, juga menjadi fenomena tersendiri. Liriknya yang jenaka tentang bermain air dan ikan kecil yang “mabuk” menjadikannya salah satu lagu anak paling populer pada masanya. Kesederhanaan dan irama yang mudah diingat membuat lagu ini tetap dikenang hingga sekarang.
Nama Enno Lerian turut mewarnai dunia lagu anak lewat “Du Di Dam”. Melalui lagu ini, pesan tentang pentingnya makanan bergizi disampaikan dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Aktivitas sehari-hari seperti makan dikemas menjadi pengalaman yang ceria dan tidak membosankan bagi anak-anak.
Sementara itu, Trio Kwek Kwek yang digawangi Leony, Dea Ananda, dan Alfandy menghadirkan lagu-lagu anak yang tak hanya menghibur, tetapi juga edukatif. Lagu “Katanya” misalnya, mengenalkan berbagai negara dan ciri khasnya, menjadikan musik sebagai sarana belajar yang menyenangkan.
Lagu “Libur Telah Tiba” yang dipopulerkan Tasya Kamila juga tak terpisahkan dari ingatan masa sekolah. Lagu ini kerap identik dengan momen kenaikan kelas dan akhir semester, saat anak-anak menyambut libur panjang dengan penuh antusiasme.
Hingga kini, lagu-lagu anak era 1990-an tetap menyimpan nilai nostalgia. Musik anak pada masa itu bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari proses tumbuh kembang yang sarat keceriaan dan pesan sederhana. Mendengarkannya kembali kerap menjadi cara untuk sejenak kembali ke masa kecil yang hangat dan penuh kenangan.***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah