38°C
09/03/2026
Sejarah

Jejak Boer dan Sunny Home di Jayagiri Lembang

  • Maret 9, 2026
  • 2 min read
Jejak Boer dan Sunny Home di Jayagiri Lembang

INFO BANDUNG BARAT — Di kawasan Jayagiri, Lembang, terdapat sebuah makam keluarga pengusaha keturunan Belanda yang kisahnya masih dikenang hingga kini. Mereka bukan tokoh militer ataupun misionaris resmi, tetapi jejak sosialnya tetap terasa melalui usaha peternakan sapi dan sebuah rumah yang dikenal dengan nama Sunny Home.

Kisah ini bermula dari kedatangan sebelas Pejuang Boer ke wilayah Lembang. Mereka didatangkan oleh John Hendrij van Blommestein untuk membuka lahan pertanian dan peternakan. Salah satu tokoh yang terlibat adalah G.B. Walter. Istilah Boer merujuk pada keturunan Belanda di Afrika Selatan yang memiliki identitas budaya tersendiri dan dikenal sebagai Afrikaner. Karena itu, mereka bukan sekadar orang Belanda biasa, melainkan kelompok dengan latar sejarah dan budaya yang unik.

Di Jayagiri, Walter mengembangkan peternakan sapi di wilayah selatan Taman Junghuhn. Meskipun jumlah sapi yang dimilikinya tidak sebanyak peternakan milik Ursone bersaudara, kualitas susu yang dihasilkan dikenal sangat baik. Pada dekade 1930-an, usaha tersebut berkembang pesat dan mempekerjakan banyak warga Sunda di sekitar Lembang.

Menariknya, keberadaan Walter tidak hanya meninggalkan jejak ekonomi, tetapi juga pengaruh sosial dan religius. Agama Kristen mulai dikenal di wilayah tersebut bukan melalui misionaris resmi, melainkan melalui hubungan sosial yang terjalin antara Walter dan masyarakat setempat. Interaksi dalam pekerjaan, pernikahan, serta kedekatan sosial membuat sebagian warga akhirnya memeluk agama Kristen. Fenomena ini menunjukkan bahwa penyebaran agama tidak selalu terjadi melalui dakwah formal, tetapi juga melalui relasi ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

Pada tahun 1929, Walter membangun sebuah rumah di Jalan Karmel Nomor 114, Lembang. Rumah tersebut diberi nama Sunny Home dan memiliki desain unik berupa cul-de-sac, yaitu rumah tanpa gerbang yang berada di ujung jalan buntu. Nama Sunny Home dipilih karena bangunan tersebut dirancang agar dapat menerima cahaya matahari pagi dan sore secara optimal. Arsitekturnya bergaya kolonial tropis yang disesuaikan dengan kondisi iklim setempat, dan tulisan “Sunny Home” masih terpampang di bagian depan rumah.

Di rumah tersebut juga masih ditemukan sebuah pelat baja bertuliskan “RWL” yang merupakan singkatan dari Rayon Wilayah Lembang. Pelat ini merupakan bagian dari sistem penomoran wilayah pada masa kolonial Belanda.

Kini, makam keluarga Walter di Jayagiri masih terawat dengan baik. Tempat tersebut dijaga oleh keturunan para pekerja yang dahulu pernah bekerja di peternakan mereka. Dari kisah para Pejuang Boer yang datang sebagai perintis hingga menjadi pengusaha susu, jejak mereka tidak hanya tersimpan dalam sejarah ekonomi Lembang, tetapi juga dalam perubahan sosial dan religius yang terjadi di masyarakat setempat.***

About Author

Anggie Baeduri Aulia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *