38°C
30/04/2026
Sejarah

Lebaran Mendadak 1987, Momen Idulfitri yang Mengagetkan Indonesia

  • Maret 24, 2026
  • 2 min read
Lebaran Mendadak 1987, Momen Idulfitri yang Mengagetkan Indonesia

INFO BANDUNG BARAT — Idulfitri umumnya disambut dengan gema takbir pada malam hari. Namun, sejarah mencatat peristiwa unik pada tahun 1987 yang dikenal sebagai “Lebaran Mendadak”, sebuah momen yang membingungkan sekaligus berkesan bagi masyarakat Indonesia.

Pada tahun tersebut, 1 Syawal 1407 Hijriah diumumkan secara sangat terlambat, yaitu pada pagi hari pelaksanaan salat Idulfitri, tepatnya 29 Mei 1987. Malam sebelumnya, suasana relatif sepi karena Departemen Agama masih mengumpulkan dan memverifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah. Akibatnya, masyarakat mengira puasa akan digenapkan menjadi 30 hari.

Pada Jumat pagi, banyak masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, termasuk sahur dan berangkat bekerja atau bersekolah. Namun, sekitar pukul 10.00 WIB, melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) dan TVRI, pemerintah mengumumkan bahwa hari itu adalah 1 Syawal.

Pengumuman yang terlambat ini berdampak pada pelaksanaan salat Id. Waktu salat yang biasanya dilakukan sekitar pukul 07.00 telah terlewati, sehingga di banyak masjid salat Id baru dilaksanakan menjelang siang, sekitar pukul 10.30 hingga sebelum waktu Zuhur. Beberapa pelaksanaan salat Id di lapangan bahkan dibatalkan karena keterbatasan waktu dan kesiapan.

Peristiwa ini menunjukkan keterbatasan sistem penentuan kalender Hijriah pada masa itu yang masih dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu lama. Saat ini, sistem observasi dan komunikasi telah berkembang lebih cepat sehingga pengumuman Idulfitri dapat dilakukan lebih awal.

Meski sempat membingungkan, peristiwa “Lebaran Mendadak” 1987 menjadi bagian unik dalam sejarah Indonesia dan menjadi pengingat pentingnya proses rukyatul hilal dalam penentuan hari besar keagamaan.

About Author

Anggie Baeduri Aulia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *