Pencarian Mahasiswa yang Tenggelam di Bunker Batujajar Masih Nihil, Tim Gabungan Perluas Area
INFO BANDUNG BARAT — Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan masih belum menemukan Deni Kurniawan (19), mahasiswa asal Cimahi yang tenggelam di kawasan Bunker Batujajar, Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Hingga Minggu (5/7/2026) siang, upaya pencarian yang melibatkan berbagai instansi belum membuahkan hasil.
Proses Pencarian Intensif
Kapolsek Batujajar, Kompol Asep Saepuloh, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian hari kedua telah dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Batujajar, Basarnas, Relawan Bandung Barat (BBAS), serta ASDP Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dikerahkan untuk melakukan penyisiran intensif di area perairan tersebut.
“Proses pencarian masih terus kami optimalkan. Seluruh elemen tim gabungan telah dikerahkan ke titik lokasi kejadian untuk menyisir area perairan sampai korban berhasil ditemukan,” tegas Kompol Asep Saepuloh saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).

Kronologi Kejadian
Pihak kepolisian menegaskan bahwa insiden ini bermula dari aksi nekat korban yang melompat ke air di area dengan kedalaman mencapai 27 hingga 28 meter. Aksi tersebut dilakukan meski korban telah dilarang oleh rekan dan pengemudi perahu yang disewanya pada Sabtu (4/7/2026) sore.
Kendati pengemudi perahu sempat melakukan upaya penyelamatan dengan meraih rambut korban, kondisi korban yang panik membuat pegangan tersebut terlepas. Akibatnya, korban akhirnya kembali tenggelam ke dasar perairan setelah sempat muncul ke permukaan sesaat.
Proses Pencarian di Lapangan
Berbagai metode pencarian terus dilakukan secara optimal oleh tim di lapangan. Tim gabungan menggunakan berbagai alat pendukung seperti perahu, jaring, dan jangkar untuk menyisir setiap sudut titik lokasi kejadian.
Proses penyisiran dilakukan secara berulang pada radius yang telah ditentukan berdasarkan titik koordinat terakhir korban terlihat. Tim penyelam pun disiapkan untuk melakukan pemantauan di titik-titik yang dicurigai sebagai tempat korban berada di bawah permukaan air.
Kondisi arus bawah air yang cukup kuat menjadi salah satu kendala teknis dalam proses pencarian. Namun, tim gabungan terus berkoordinasi guna memastikan area pencarian mencakup seluruh zona yang mungkin dilalui oleh korban.
Hingga saat ini, pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan operasi pencarian ini hingga korban ditemukan. Seluruh personel tetap bersiaga penuh di lokasi guna melanjutkan penyisiran hingga target tercapai.