38°C
05/07/2026
Environment Lingkungan Hidup

Kota Baru Parahyangan Ajak Warga Rawat Lingkungan Lewat Program Adopt Tree

  • Juli 5, 2026
  • 3 min read
Kota Baru Parahyangan Ajak Warga Rawat Lingkungan Lewat Program Adopt Tree

INFO BANDUNG BARAT — Kota Baru Parahyangan kembali menggelar program Adopt Tree (Adopsi Pohon) sebagai upaya melibatkan warga dalam penghijauan kawasan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui program ini, setiap keluarga mengadopsi satu pohon untuk ditanam dan dirawat secara mandiri sebagai bagian dari pembangunan ruang terbuka hijau di lingkungan tempat tinggal mereka.

Pada kegiatan yang digelar di kawasan Tatar Nilapadmi, sebanyak 35 pohon ditanam bersama warga. Penanaman tersebut merupakan bagian dari target penghijauan yang mencapai hampir 250 pohon di taman bertema dan taman lingkungan yang dikembangkan di kawasan tersebut.

Bangun Rasa Memiliki terhadap Ruang Hijau

Murti Herawati, Manager of Sustainability Kota Baru Parahyangan, mengatakan program Adopt Tree bertujuan membangun rasa memiliki masyarakat terhadap ruang hijau di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Harapannya, warga memiliki rasa sayang dan rasa memiliki terhadap pohon yang mereka tanam sehingga terdorong untuk merawatnya hingga tumbuh besar,” ujar Murti.

Menurut Murti, program ini juga menjadi bentuk keterlibatan langsung warga dalam pengembangan taman di kawasan Kota Baru Parahyangan. Dengan ikut menanam pohon, penghuni tidak hanya menjadi pengguna ruang terbuka hijau, tetapi juga berkontribusi dalam proses pembangunannya.

Dipilih Berdasarkan Manfaat dan Fungsi Ekologis

Untuk mendukung fungsi taman yang berkelanjutan, Kota Baru Parahyangan menanam hampir 20 jenis pohon. Pada kegiatan penanaman kali ini, terdapat sembilan jenis pohon, di antaranya sawo kecik, kenari, liang liu, flamboyan, dan beberapa jenis lainnya.

Murti menjelaskan, pemilihan jenis pohon dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari nilai estetika hingga manfaat ekologis dan sosial. Selain memiliki bunga yang indah, sejumlah pohon dipilih karena menghasilkan buah, berkhasiat bagi kesehatan, serta berpotensi menjadi sumber pangan bagi masyarakat ketika telah tumbuh dewasa.

“Kami ingin pohon-pohon ini nantinya tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh penghuni,” katanya.

Selain itu, kondisi kontur lahan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis pohon yang ditanam. Pohon-pohon dengan sistem perakaran yang kuat dipilih agar mampu mengikat tanah, meningkatkan daya serap air, membantu mencegah erosi, sekaligus mendukung keseimbangan ekosistem dengan menyediakan habitat bagi satwa.

Lestarikan Pohon Asli Indonesia

Program penghijauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya melestarikan flora asli Indonesia. Salah satu jenis yang ditanam adalah tembesu, pohon asli Indonesia yang kini semakin sulit ditemukan.

“Kalau kita bisa melestarikan pohon asli Indonesia seperti tembesu dan menanamnya di Kota Baru Parahyangan, itu menjadi warisan yang baik agar tetap dikenal oleh generasi mendatang,” tutur Murti.

Pererat Kebersamaan Warga

Sementara itu, Ryan Brasali, Direktur Kota Baru Parahyangan, mengatakan kegiatan Adopt Tree tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antarpenghuni.

Menurut Ryan, kegiatan menanam pohon menjadi momen bagi warga untuk berkumpul, saling mengenal, hingga bertemu kembali dengan penghuni lama yang pernah tinggal di Kota Baru Parahyangan.

Ia juga mengenang pengalamannya mengikuti program serupa beberapa tahun lalu. Saat itu, anaknya yang masih kecil menanam sebuah pohon adopsi. Kini, seiring bertambah dewasanya sang anak, pohon tersebut telah tumbuh hingga sekitar 10 meter.

“Setiap pohon yang ditanam menyimpan cerita. Mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya membuat kawasan semakin hijau, tetapi juga mempererat kebersamaan warga serta mengajak kita semua untuk terus menjaga kelestarian bumi,” ujarnya.

Ryan berharap kebiasaan sederhana, seperti menanam pohon, menghemat air dan energi, serta memilah sampah, dapat terus dilakukan secara bersama-sama. Menurutnya, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan dan menciptakan kawasan hunian yang lebih hijau, sehat, serta berkelanjutan.

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *