38°C
11/09/2026
Lingkungan Hidup

Sekali Mendayung Dua Pulau Terlampaui: Mengenal ‘Plogging’, Tren Olahraga Lari Sambil Memungut Sampah

  • Juli 1, 2024
  • 3 min read
Sekali Mendayung Dua Pulau Terlampaui: Mengenal ‘Plogging’, Tren Olahraga Lari Sambil Memungut Sampah

INFO BANDUNG BARAT — Sejalan dengan tren olahraga lari yang terus meningkat di Indonesia, muncul sebuah variasi aktivitas fisik baru yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyembuhkan bumi. Aktivitas ini dikenal dengan nama plogging.

Secara etimologi, istilah plogging merupakan kombinasi unik yang diadopsi dari bahasa Swedia, yaitu kata plocka upp (memungut/mengambil) dan kata jogga (joging). Sederhananya, plogging adalah aktivitas berlari santai yang diselingi dengan aksi memungut sampah yang ditemukan di sepanjang rute perlintasan.

Asal-usul Gerakan ‘Plogging’

Gerakan ramah lingkungan ini pertama kali digagas di Swedia pada tahun 2016 oleh seorang ahli lingkungan bernama Erik Ahlström. Langkah ini bermula dari keresahan pribadi Ahlström saat melihat kondisi ibu kota Swedia, Stockholm, yang kala itu dinilainya kotor dan memprihatinkan layaknya tempat pembuangan sampah terbuka.

Di Indonesia sendiri, denominasi olahraga ini mulai diadaptasi oleh sejumlah komunitas lari dalam negeri sejak Februari 2018. Salah satu pelopornya adalah komunitas Maros Runners di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang dalam aksi perdana mereka berhasil mengumpulkan sampah hingga seberat 50 kilogram. Layaknya rutinitas hari bebas kendaraan bermotor (Car Free Day), aksi plogging ini kini kerap diagendakan setiap akhir pekan.

4 Manfaat Utama Aktivitas ‘Plogging’ bagi Tubuh dan Bumi

Selain memberikan variasi agar rutinitas olahraga Anda tidak monoton, plogging menyimpan sederet manfaat multidimensi yang signifikan:

1. Membakar Kalori secara Lebih Efektif

Plogging terbukti secara klinis mampu meningkatkan efisiensi pembakaran energi tubuh jika dibandingkan dengan joging konvensional. Intervensi gerakan kinetik seperti membungkuk (stooping), berjongkok (squatting), dan meregangkan tubuh saat menjangkau sampah memaksa otot-otot inti bekerja lebih keras.

Perbandingan Kalori: Jika aktivitas joging biasa selama 30 menit rata-rata membakar sekitar 235 kalori, maka aktivitas plogging dengan durasi yang sama mampu menguras energi hingga 288 kalori.

2. Meningkatkan Kebugaran dan Kualitas Hidup

Melakukan plogging secara berkala dapat menjaga stabilitas sistem kardiovaskular dan meningkatkan kebugaran motorik. Di samping itu, kelelahan fisik yang positif setelah beraktivitas di ruang terbuka terbukti mampu menstimulasi pembentukan pola makan yang lebih teratur serta memperbaiki kualitas tidur (circadian rhythm) Anda.

3. Menjaga Kelestarian Lingkungan Makro

Sampah plastik dan limbah domestik merupakan krisis global yang membutuhkan mitigasi nyata dari tingkat individu. Lingkungan yang kumuh dan dipenuhi sampah linear dengan timbulnya berbagai klaster penyakit. Melalui plogging, masyarakat secara tidak langsung melakukan aksi sanitasi lingkungan, sehingga ruang publik menjadi lebih sehat dan higienis untuk ditinggali.

4. Solusi Alternatif Reduksi Volume Sampah Nasional

Aktivitas ini dapat menjadi motor penggerak bagi kampanye Indonesia bersih. Faktanya, berdasarkan data historis, volume produksi sampah di Indonesia menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, yang berkorelasi lurus dengan laju pertumbuhan populasi penduduk.

Pulau Jawa, sebagai wilayah dengan densitas penduduk tertinggi, saat ini menduduki posisi sebagai produsen sampah terbesar di Indonesia, yang kemudian disusul oleh Pulau Sumatra di posisi kedua. Ironisnya, lonjakan volume ini diperparah oleh rendahnya manajemen pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga. Plogging hadir sebagai instrumen edukasi taktis untuk menumbuhkan kepedulian kolektif tersebut.

About Author

Ayu Diah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *