38°C
09/09/2026
Books

Namanya Dicatut, Tokoh Agama Bantah Pernah Menulis Buku “Islam Ala Prabowo”

  • September 9, 2026
  • 2 min read
Namanya Dicatut, Tokoh Agama Bantah Pernah Menulis Buku “Islam Ala Prabowo”

INFO BANDUNG BARAT — Sejumlah tokoh agama membantah pernah menulis atau mengirimkan tulisan untuk buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam, meski nama mereka tercantum dalam buku tersebut.

Polemik ini mencuat setelah beberapa tokoh yang namanya tercantum sebagai kontributor memberikan klarifikasi. Mereka di antaranya Muhammad Abdurrahman Kautsar atau Gus Kautsar, TGB Muhammad Zainul Majdi, dan KH Said Aqil Siroj.

Seperti diberitakan Ruang.id, buku setebal 368 halaman tersebut diluncurkan dalam Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS se-Indonesia pada 26 Agustus 2025. Buku itu memuat pandangan sejumlah tokoh mengenai Prabowo Subianto dari berbagai sudut pandang.

Namun, sejumlah nama yang tercantum di dalamnya justru mengaku tidak pernah memberikan tulisan untuk buku tersebut.

Istri Gus Kautsar, Ning Jazil, menyatakan suaminya tidak pernah menulis untuk Islam Ala Prabowo. Menurutnya, memang pernah ada seseorang yang datang untuk melakukan wawancara pada awal 2024.

Namun, pihak keluarga tidak mengetahui bahwa hasil wawancara tersebut akan dimasukkan ke dalam sebuah buku. Gus Kautsar disebut hanya menyampaikan pandangan, harapan, dan doa dalam pertemuan tersebut.

Bantahan serupa datang dari TGB Muhammad Zainul Majdi. Saat dikonfirmasi mengenai namanya yang tercantum dalam buku tersebut, TGB menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengirimkan tulisan.

Sementara itu, KH Said Aqil Siroj juga mengaku tidak mengetahui namanya dicantumkan sebagai salah satu kontributor. Ia disebut terkejut setelah mengetahui namanya tercantum dalam buku tersebut.

Pencantuman nama sejumlah tokoh yang kemudian membantah pernah menulis itu menjadi sorotan publik. Yenny Wahid turut menyinggung persoalan etika dalam penggunaan nama seseorang dalam sebuah karya.

Kasus tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses pencantuman nama para tokoh sebagai penulis atau kontributor, terutama ketika tokoh yang bersangkutan menyatakan tidak pernah menulis, mengirimkan tulisan, atau memberikan persetujuan.

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *